Arema Cronus v Maziya

Polisi Turunkan Intel

Selasa, 1 April 2014 10:54 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Panpel mengingatkan Aremania (pendukung Arema) tidak menyalakan flare saat Arema menjamu Maziya Sports and Recreations asal Maladewa dalam lanjutan Piala AFC di Stadion Kanjuruhan, Kecamatan Kepanjen, Malang, Selasa (01/04/14) sore.

“Menyalakan flare, melempar benda ke lapangan atau bermain laser diharamkan selama laga berlangsung. Jika Arema didenda AFC akibat suporter, manajemen akan melimpahkan denda ke oknum Aremania. Jangan sampai merugikan Arema dan Aremania,” kata ketua panpel Arema Abdul Harris.

Keputusan meningkatkan keamanan belajar dari teguran keras dari AFC berdasarkan duel Arema menjamu wakil Vietnam, Hanoi T&T, 11 Maret 2014. Saat itu oknum Aremania menyulut flare dan ada juga melempar botol air ke bangku Hanoi T&T.

Sikap panpel mendapat dukungan dari polisi yang akan menurunkan 800 personel. Jumlah ini meningkat dari biasanya yang hanya 300 orang. Polisi juga mengerahkan polisi wanita untuk memeriksa pendukung Aremania atau fans dari kaum wanita.

Juga disiapkan tim khusus yang berbaur bersama suporter untuk mengamankan oknum suporter yang dinilai melakukan tindakan merugikan. Pertimbangan lain untuk menjaga kondusivitas menjelang pemilihan umum.

Di Stadion Nasional, Maladewa, 19 Maret 2014, Arema menekuk tuan rumah dengan skor 3-1. Arema punya empat poin dan menempati posisi kedua Grup F Piala AFC. Arema tertinggal lima angka dari Hanoi T&T dan unggul tiga poin dari Maziya.