Kelima pemain muda Persebaya itu adalah Wahyu Subo Seto (striker), Ahmad Hisyam Tolle (bek), Novri Setiawan (bek sayap), Abdul Rahman Lestaluhu (gelandang) dan Vava Mario Yagalo (bek tengah) dipinjamkan ke U-21.
Kelima pemain itu 'disekolahkan' di bawah naungan pelatih U-21 Yusuf Ekodono dengan opsi sewaktu-waktu jika Pelatih Rahmad Darmawan membutuhkan bisa digunakan segera.
Keputusan itu, menurut Gede Widiade, merupakan solusi potensi besar tersalur, sekaligus ikatan dengan tim tidak terputus.
"Kami yakin 2-3 tahun lagi mereka jadi pemain besar. Potensi itu ada. Sayang kalau hilang karena jarang dimainkan,” kata Gede, Jumat (04/04/14).
Mengarungi musim Liga Super Indonesia 2014, kesempatan kelima pemain itu minim. Hanya Novri yang sempat mencicipi beberapa kali sebagai pengganti.
Selebihnya rata-rata hanya turun sekali di tim senior. Novri bersaing ketat dengan Alvin Tuassalamony dan Fandy Eko Utomo. Wahyu Subo lebih tak mengenakkan, kalah kelas dibandingkan Emannuel 'Pacho' Kenmogne dan Greg Nwokolo.
Padahal masih ada Agu Casmir yang juga kerap jadi pelapis. "Ini juga untuk menambah jam terbang di ajang yang kompetitif seperti kompetisi ISL U-21," sebut Gede.