Porto terakhir menuntaskan perlawanan Sevilla tiga tahun lalu. Kala itu, Porto di bawah arahan Andre Villas-Boas, menyingkirkan Sevilla asuhan Gregorio Manzano melalui agresivitas gol di babak 32 besar. Porto menang 2-1 di Spanyol dan malah kalah 0-1 di Portugal.
Perempatfinal Liga Europa kali ini adalah yang keempat bagi Sevilla. Mereka memenangi dua laga 8 besar terakhir, yakni ketika melibas Zenit St Petersburg (2005-2006) dan Tottenham Hotspur (2006-2007).
Sementara Beto –kiper Sevilla—mengaku perasaannya bercampur aduk menghadapi bekas klubnya. Gawang Porto dalam rentang 2009-2012 adalah milik Beto, sebelum menghabiskan musim terakhir bersama CFR Cluj. Selama masa di Porto, Beto adalah pelapis Helton yang saat ini tengah cedera.
Dan, Beto menjadi orang pertama yang bekerja keras, ketika mementahkan sepakan keras Jackson Martinez pada menit ke-11.
Jelang setengah jam, tepatnya pada menit ke-28, Sevilla baru membalas. Tembakan bebas Ivan Rakitic masih dapat diantisipasi kiper Porto, Fabiano, dengan tak meyakinkan. Bola malah memantul dari wajah Jackson Martinez. Untung bagi Porto, bola masih melambung keluar dari mistar gawang.
Tiga menit kemudian, Sang Naga menuai hasil positif melalui freekick cepat sejauh 35 meter. Bola mampu dikuasai Ricardo Quaresma yang beroperasi di sayap kiri. Umpan tarik brilian eks serdadu Barcelona itu memudahkan kapten Eliaquim Mangala menjebol jala Sevilla, dengan tandukan terukur.
Beberapa saat sebelum turun minum, Porto nyaris menambah keunggulan. Namun, sepakan jarak jauh Steven Defour masih dapat ditip dengan ujung jari Beto. Bola pun melesat keluar setelah menerpa tiang gawang Sevilla. Hingga jeda, skor 1-0 untuk tuan rumah Porto bertahan.
Pada menit ke-67, Porto kembali menuai peluang emas. Ricardo Quaresma kembali menjadi penyuplai umpan tarik. Namun, bola yang meluncur lebih dalam butuh usaha keras dari Jackson Martinez untuk menaklukkan. Peluang pun terbuang percuma.
Sevilla punya kesempatan menyetarakan keadaan pada menit ke-75. Tembakan Carlos Bacca masih dapat diantisipasi Fabiano, namun bola masih jatuh ke arah Kevin Gameiro. Ironisnya, Gameiro gagal menceploskan bola yang akhirnya malah melebar keluar lapangan.
Tiga menit sebelum waktu normal usai, Porto harus bermain dengan 10 pemain setelah Fernando mendapatkan dua kartu kuning dalam hitungan detik, akibat terlalu keras melayangkan protes terhadap wasit Wolfgang Stark dari Jerman.
Hebatnya, Porto nyaris menambah kemenangan saat injury time berlangsung dua menit, ketika tembakan bebas Quaresma menghantam tiang gawang Sevilla. Alih-alih masuk ke jala, bola malah keluar.
Semenit kemudian, Stark meniup peluit panjang dan Porto sukses mempertahankan keunggulan tipis 1-0 atas Sevilla. Sepekan ke depan, kedua tim akan bertanding di Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, markas Sevilla. Porto harus berhati-hati karena tampil tanpa Jackson Martinez dan Fernando yang terkena sanksi akumulasi kartu.
Problem yang sama dimiliki Sevilla. Tim asuhan Unai Emery harus merelakan Alberto Martinez yang harus mangkir di laga perempatfinal kedua, akibat akumulasi kartu.