Hingga jelang bergulirnya Divisi Utama, PSS Sleman masih mencari pemain. Satu posisi yang masih dibutuhkan PSS adalah penjaga gawang. Namun, Sartono menyatakan akan berhati-hati saat memburu kiper anyar.
"Yang diinginkan penjaga gawang yang kemampuannya sudah terasah untuk menjadi penghalang pertahanan terakhir PSS," kata Sartono Anwar. “Yang jelas, saat ini kami mencari kiper yang sudah jadi."
Menurut dia, penjaga gawang yang ada saat ini dirasa masih belum bisa dimaksimalkan. Hanya Ali Barkah, kiper kedua skuad Elang Jawa musim lalu, yang sudah mempunyai cukup jam terbang.
"Kiper yang ada sekarang, belum bisa. Masih kurang. Amin Syarifudin yang sebelumnya diproyeksikan untuk menjadi penjaga gawang utama, mundur setelah tidak adanya kesepakatan harga kontrak dengan pengurus PT Putra Sleman Sembada," kata Sartono.
Pertimbangan Sartono mencari penjaga gawang yang sudah berpengalaman, karena penjaga gawang merupakan pemain terpenting di dalam sepakbola.
"Meski penyerang bisa membuat gol sebanyak mungkin ke gawang tim lawan, namun jika kipernya sendiri tidak bagus, sama saja hasilnya tak memuaskan,” ujar Sartono.
“Penjaga gawang itu paling penting dan tidak bisa tergantikan. Kalau striker, bisa saja kita ganti-ganti dengan pemain lain,” Sartono melanjutkan.
Pelatih kiper PSS, Radjab Akhuk Thalib, mengatakan saat ini klub mempunyai tiga penjaga gawang, Grateo, Riyanto, dan Ali Barkah. Untuk Grateo dan Riyanto memang jarang dimainkan.
"Setelah ditinggalkan Aji Saka yang hengkang ke Persepam Madura, memang kesulitan untuk mempercayakan siapa yang menjadi kiper utama dan cadangan. Nanti diputuskan tim pelatih, untuk mencari kiper utama," kata dia.