Ketua Harian KONI Jatim, Dhimam Abror Djuraid, menjelaskan atlet yang tampil pada PON Remaja harus berusia di bawah 17 tahun atau kelahiran 1998.
Sementara itu hasil seleksi pesepakbola yang dilakukan sebelumnya, lebih banyak yang kelahiran tahun 1997.
"Kami sudah berkoordinasi dengan tim pelatih sepak bola mengenai aturan tersebut dan disepakati untuk mengadakan seleksi ulang," kata Dhimam.
Ajang pesta olahraga khusus atlet remaja yang pertama itu, rencananya digelar pada Desember 2014, tetapi jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan belum diputuskan.
Pelatih tim sepakbola PON Remaja Jatim, Mursyid Efendi, mengatakan pihaknya harus membongkar sebagian besar pemain hasil seleksi sebelumnya untuk disesuaikan dengan aturan yang baru.
Ia mengungkapkan dari 28 pemain yang terjaring seleksi, hanya delapan pemain yang bisa dipertahankan karena usianya masih sesuai regulasi PON Remaja, sedangkan 20 pemain lainnya terpaksa harus diganti.
"Mau tidak mau harus dilakukan seleksi ulang. Kami awalnya menjaring pemain kelahiran 1997, karena informasi awalnya atlet PON Remaja berusia 17 tahun. Tapi, ada juga pemain yang masih berusia di bawah 17 tahun ikut terjaring, karena kualitasnys cukup bagus," kata Mursyid.
Mantan pemain Persebaya Surabaya itu beserta asisten pelatih berencana melakukan seleksi pemain di Gresik dan Lamongan pada Minggu (06/04/14), untuk selanjutnya secara bertahap mencari pemain di daerah lainnya.
"Kami berharap bisa mendapatkan pemain bagus di Gresik dan Lamongan. Selain itu, kami juga akan mengunjungi beberapa daerah lain, seperti Malang, Pasuruan, Jember, Madiun, dan Bojonegoro," tambah dia.