Keyakinan Juventus terlontar dari mulut Pelatih Antonio Conte. Meski dalam keyakinan melonjak, Conte tetap meminta bantuan dan dukungan dari fans untuk menyesaki Stadion Juventus di Torino.
“Kita kembali berbicara perempatfinal. Laga bergengsi memperebutkan tiket semifinal. Tujuh musim tim Italia tak pernah sampai ke babak tersebut. Saya akan menurunkan tim terbaik,” kata Conte.
Juventus meraih kemenangan tipis 1-0 di Lyon. Statistik rekaman pertandingan memperlihatkan perimbangan penguasaan bola. Dari sisi peluang melepas serangan terarah, Juventus unggul 6-4 atas Lyon. Dengan 4 serangan melenceng, Juventus juga masih unggul atas Lyon yang punya 3 kesempatan.
Usai memastikan kesiapan tim, pemain dan sisi teknik, Conte meminta bantuan pendukung untuk tidak berhenti meneriakkan sokongan selama Juventus meladeni Lyon.
“Saya berharap melihat stadion dikemas dan suporter membuat suara mereka didengar untuk mendorong tim terus maju. Kami butuh orang untuk kesempatan besar ini. Kami ingin di semifinal,” kata Antonio Conte.
Juventus bisa 100 persen memusatkan perhatian ke Lyon karena posisi mereka aman di Serie A Italia. Dengan kemenangan 2-0 atas Livorno di Serie A, 8 April 2014, Juventus memimpin liga dengan keunggulan delapan angka dari AS Roma yang terus menguntit.
Kondusivitas Juventus tidak terjadi di Olympique Lyon. Meninggalkan Prancis dan terbang ke Italia, komposisi Lyon bermasalah. Salah satunya kiper andalan Miguel Lopes yang sedang cedera.
Sebelum Lopes, Lyon sudah kehilangan Yoan Gourcuff, Clement Grenier, Gueida Fofana dan Jordan Ferri. Pelatih Remi Garde terus memutar otak mencari solusi terbaik untuk membalik keadaan.
“Pertandingan melawan Juventus akan jadi pelajaran berharga bagi pemain muda kami. Laga akan berlangsung sulit dan kami membutuhkan keajaiban untuk lolos,” kata Remi Garde tanpa malu-malu.