Hull sempat ketinggalan 1-2 pada babak pertama. Sheffield menuai gol pembuka melalui Jose Baxter pada menit ke-19, namun Hull mampu membalas melalui Yannick Sagbo, tiga menit sebelum turun minum.
Semenit jelang jeda, Steven Scougall membawa Sheffield memimpin 2-1. Skor itu bertahan hingga babak pertama pungkas.
Di bawah arahan Steve Bruce, mantan penggawa Manchester United yang pernah mengangkat trofi FA Cup pada masanya, Hull mendapatkan suntikan spirit saat turun minum.
Terbukti, Hull mampu mendulang empat gol pada paruh kedua. Dalam tempo 18 menit terhitung sejak menit ke-49, The Tigers –sebutan Hull—mendulang tiga gol melalui Matty Fryatt, Tom Huddlestone, dan eks pemain Sheffield, Stephen Quinn.
The Blades –julukan Sheffield—sempat menipiskan ketertinggalan menjadi 3-4, setelah Jamie Murphy menaklukkan kiper Hull, Steve Harper, pada menit ke-90.
Namun, David Meyler mematri keunggulan Hull atas Sheffield menjadi 5-3 saat injury time memasuki menit ketiga. Kedudukan itu bertahan hingga bubaran dan mengantarkan Hull City ke final Piala FA, untuk menantang Arsenal yang telah lebih dulu lolos sehari sebelumnya, dengan mengalahkan Wigan Athletic lewat drama adu penalti.