Perseru Serui tertinggal 0-1 setelah kemasukan gol dari pemain PSM Makassar M Rahmat pada menit 44 usai memanfaatkan umpan matang Robertino Pugliara.
Sepanjang babak pertama, Perseru mendapat lima peluang dari Oktovianus Maniani, Sunday Oboy dan Tony Roy Ayomi. PSM memiliki tiga peluang dari M Rahmat dan Abdurahman Abanda.
Pada awal babak kedua, PSM hampir memperbesar keunggulan jika Kurniawan Karma yang lolos dari pengawalan barisan belakang Perseru bisa mencetak gol. Bola hasi congkelan Kurniawan masih bisa ditepis kiper Teguh Amirudin.
Tuan rumah setidaknya punya enam peluang emas lewat Seme Patrcik, Ali Qadafi, Oktovianus Maniani dan Ferdinando Motte tapi belum bisa dikonversi jadi gol sepanjang 49 hingga menit 60.
Tim tamu tak tinggal diam, PSM memanfaatkan lebar lapangan lewat penyerang M Rahmat dan Rasyid Bakri. Namun kiper Tehug Amirudin masih bisa mengamankan gawang Perseru. Hingga duel berakhir, skor tetap 1-0 untuk PSM.
Pelatih Perseru Robby Maruanaya mengaku pemainnya tidak menerapkan strategi dengan menusuk pertahanan lawan untuk mencetak gol.
"Kita kuasai bola, tetapi tidak main menusuk, hanya teknik melebar. Ini kesalahan yang dibuat pemain kita. Gelandang kurang disiplin, sehingga lawan bisa mencetak gol," kata Robby yang mengaku tidak bisa menurunkan beberapa pemain terbaik karena cedera.
Pelatih PSM Rudy Keltjes mengatakan kemenangan karena bermain lebih baik dengan strategi melebar dan menunggu peluang menyerang.
“Jika kami bermain terbuka dan cepat, ikuti irama Perseru sudah pasti PSM tewas. Saya minta anak-anak bermain cerdik, tunggu peluang untuk menyerang dan itu terbukti berhasil," kata Rudy.
Kemenangan atas Perseru menjadi modal berharga bagi PSMS menjelang partai panas menghadapi Persipura Jayapura di Stadion Mandala, Sabtu (19/04/14).