Melalui CEO PT Patriot Indonesia, Yulianto Kartono, manajemen resmi membubarkan klub peserta Divisi Utama, Persipasi Bekasi.
“Terjawab sudah, rasa menanti kita bahwa surat Pak Walikota sudah Persipasi terima, dan intinya adalah menolak permohonan persipasi bermain di Bekasi. Dengan sangat menyesal, maka mulai besok tim Persipasi saya BUBARKAN! Terima kasih teman-teman, air mata kesedihan saya semoga bisa menghangatkan bumi Bekasi. Salam Persipasi Jaya.”
Demikian bunyi pesan CEO PT Patriot Indonesia, Yulianto Kartono yang termuat di situs resmi klub. Pesan ini juga disebarkan kepada seluruh pemain, manajemen, dan staf Persipasi.
Pembubaran dipicu oleh tak diizinkannya Persipasi menggunakan Stadion Patriot sebagai markas oleh Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi. Padahal stadion ini telah selesai dibangun kembali dan diresmikan. Manajemen Persipasi juga mengklaim bahwa sepekan lalu, mereka sudah mendapat izin dari Wali Kota.
Namun pembubaran secara lisan tersebut tidak bisa diterima oleh suporter Persipasi Bekasi. Selain melakukan demo di depan halaman Pemkot Bekasi, suporter Persipasi juga membuat petisi di laman change.org.