Kisah Shola & Thompson Jelajahi 25 Negara

Kamis, 17 April 2014 10:20 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Uniknya, pria dari Newcastle itu menamai sepeda itu dengan Shola. Yup, Thompson sangat mengidolakan Shola Ameobi, striker dari Nigeria yang bermain untuk The Magpies.

Kota pertama yang akan disambangi Thompson adalah Rio de Janeiro. Thomspon punya alasan khusus bersepeda puluhan ribu kilometer, selain untuk mendukung The Three Lions di Brasil.

Thompson tengah menghimpun dana untuk “TackleAfrica”. Program amal itu dimaksudkan untuk mengedukasi bahaya HIV/AIDS melalui sepakbola di benua di mana pada 2010 slah satu negaranya, Afsel, menjadi tuan rumah PD.

Thompson telah bekerja dengan homeless football project ke seantero Inggris dan untuk klub MLS, New York red Bulls, sebagai development coach di Amerika Serikat.

Thompson pun mengungkapkan suka duka selama bersepeda keliling dunia di situs resmi FIFA, Kamis, dan juga tentang program amal dia.

“Saya sukarela bergabung dengan ‘TackleAfrica’ lima tahun lalu di Uganda. Saya sangat terkejut dengan pengaruh program amal yang ada di komunitas lokal. Saya jatuh cita dengan negara, orang-orang, dan spirit mereka untuk sepakbola,” papar Thompson.

“Saya jadi saksi bahwa mereka butuh edukasi untuk kaum muda tentang HIV dan saya terinspirasi untuk membuat perbedaan dan menggalang dana,” lanjut pria berusia 29 tahun itu.

Beberap cerita Thompson sangat mengesankan selama perjalanan bersepeda, termasuk bermain sepakbola dan melatih di beberapa tempat yang luar biasa.

“Saya berkesempatan mengunjungi banyak tempat proyek ‘TackleAfrica’ di Uganda, Kenya, dan Tanzania. Saya bertemu wanita-wanita luar biasa yang memberdayakan para perempuan muda di Tanzania,” sebut Thompson.

“Saya pernah menggelar turnamen di Sydney dan menggalang dana 4.000 pounds (sekitar Rp384 juta dengan kurs Rp19.206) bersama tim-tim peserta itu luar biasa. Saya juga bergabung dengan berbagai pertandingan sepakbola di sebuah sisi jalanan di Sumatera barat saat matahari tenggelam, itu sungguh mengagumkan,” ungkap dia lagi.

Thompson juga bercerita pernah melatih dan bermain di Budapest, untuk proyek sepakbola kaum papa.

Dia juga ingat saat berada di Pulau Margaret, Inggris utara, dan berada di dekat air mancur bernyanyi pada sore hari.

“Pada pagi hari saya sempat membaca hari itu tepat perayaan kematian Sir Bobby Robson empat tahun lalu. Di bawah sinar matahari saya bermain sepakbola, musim kondang Nessun Dorma berkumandang dari air mancur itu. Sebuah momen indah yang dipenuhi banjir kenangan era 1990,” tutur Thompson.

Pengalaman tak terlupakan dari perjalanan 25.000 kilometer, melintasi lima benua dan 25 negara ala Thomspon bersama Shola, sang sepeda kesayangan.

Selamat datang di Rio, Hugh Thompson. Selamat menikmati Brasil 2014 bersama Shola... .