Beberapa fans yang beruntung merasakan menjadi penerima kelompok pertama tikt PD 2014, yang dibagikan di FIFA Venue Ticketing Centre di 10 kota penyelenggara.
Di negara di mana sepakbola demikian populer seperti Brasil, kegembiraan itu begitu menyeruak. Lihat saja apa yang dirasakan Joao Bosco Correia. Pukul 10.00 waktu setempat atau dua jam sebelum pusat tiket FIFA dibuka, Bosco telah menyelesaikan perjalanan 50 kilometer dari Queimados ke Botafogo, kota di seputaran Rio de Janeiro. Di situlah Bosco menerima tiket yang telah dia pesan jauh-jauh hari sebelumnya.
“Jauh-jauh saya datang dan saya ingin menjadi yang pertama di baris antrean,” tandas Joao.
Namun, Bosco harus mengalah kepada Vanderson Balbino yag lebih dulu mengantre. Warga Brasil berusia 27 tahun itu membeli total delapan tiket untuk pertandingan di Manaus, Fortaleza, dan Rio.
Bukan itu saja, Balbino masih “lapar” dan dia masih membeli tiket lagi melalui sesi terakhir di situs resmi FIFA. “Saya tak tahu apakah saya mendapatkan kesempatan lagi menyaksikan pertandingan PD di negara saya. Tak ingin saya melewatkan itu semua,” tegas dia.
Untuk beberapa fans, tiket itu bisa bermakna spesial. Lagi-lagi Joao Bosco contohnya. Di membeli tiket itu sebagai hadiah ulang tahun untuk putrinya, yang akan merayakan hari lahir pada 19 Juni nanti atau sehari setelah keduanya menyaksikan laga panas Spanyol versus Chile di stadion legendaris Brasil, Maracana.
Bosco dan putrinya punya cara tersendiri melanjutkan tradisi menyaksikan laga bergengsi di Maracana secara lintas generasi. Ayah Joao yang kini berusia 97 tahun, juga jadi sanksi kekalahan Brasil dari Uruguay pada Piala Dunia 1950. Ayah Joao sampai menyempatkan diri naik kereta menuju Rio de Janeiro.
“Sebuah kebanggaan bisa mengikuti jejak ayah saya dan menyaksikan pertandingan Piala Dunia di Maracana,” tukas Joao Bosco. “Saya berharap, saya punya keberuntungan lebih daripada dia.”
Beberapa fans malah punya impian agak berbeda, terutama bagi mereka yang terbang dari luar Brasil untuk menjemput tiket pesanan. Roman Devit bertolak dari Argentina dan mengorbankan libur Hari Paskah untuk mengambil tiket PD 2014 yang dia order.
Pada Juni 2014, Devit akan terbang dari kampung halaman, Cordoba, menuju Brasil sekali lagi. Team Specific Ticket (TST) iming-iming Lionel Messi dan tim Tango membuat Devit rela merogoh kocek lumayan dalam.
“Kalau semua sesuai rencana, paket tiket saya akan bertahan hingga pertandingan terakhir, tepat saat Argentina ditahbiskan sebagai Juara Dunia,” tutur Devit yakin. “Dan jika kami mengalahkan Brasil di final, itu akan lebih manis.”
Dari 18 hingga 27 April, FIFA Venue Ticketing Centre akan terbuka untuk para pemesan tiket. Loket-loket itu tersedia di 10 host PD Brasil 2014 dan hanya melayani pada Jumat, Sabtu, dan Minggu.
Loket tiket FIFA fi Porto Alegre dijadwalkan baru akan dibuka pada 2 Mei, sementara di Brasilia juga akan mulai beroperasi pada bulan yang sama.
Dari Jumat (02/05/14) hingga pertandingan terakhir di 10 kota penyelenggara, loket-loket itu akan beroperasi tujuh hari seminggu, sesuai dengan waktu di bawah ini:
April dan Mei
Senin – Jumat: 12.00 – 20.00*
Sabtu – Minggu: 10.00 – 18.00*
Dari 1 Juni
Senin sampai Minggu: 09.00 – 21.00*
* Waktu setempat