PSCS Cilacap mengakui kesalahan yang dilakukan Laskar Nusakambangan, suporter PSCS, yang menyalakan kembang api saat menjamu Persipon Pontianak dalam lanjutan Divisi Utama pada 15 April 2014 lalu.
"Itu memang kesalahan kami karena pertandingan belum selesai, sudah ada suporter yang menyalakan kembang api, apapun alasannya," kata Farid Ma'ruf, Ketua Umum PSCS Cilacap.
Oleh karena itu, kata dia, pihaknya menerima sanksi dari Komdis PSSI dan permasalahan tersebut, menjadi pembelajaran berharga bagi PSCS Cilacap.
"Kalau dulu, PSCS mulus tidak ada masalah namun sekarang baru sekali bertanding di kandang, sudah terkena sanksi membayar denda Rp25 juta," ucap ia.
Ia mengatakan, jika kasus tersebut terulang kembali, pertandingan kandang PSCS harus dilakukan tanpa penonton.
Ia mengharapkan Laskar Nusakambangan dapat lebih tertib, disiplin, serta tidak melanggar peraturan.
"Kami akan memperketat pemeriksaan terhadap para suporter yang hendak memasuki stadion. Kemarin sebetulnya sudah di-sweeping oleh aparat keamanan. Sudah digeledah, namun masih ada kembang api yang masuk ke dalam stadion," keluh ia.
Menurut dia, denda sebesar Rp25 juta itu akan dibayarkan ke Komdis PSSI sebelum batas akhir pembayaran tanggal 21 Mei 2014.
"Sebelum tanggal 21 Mei, sudah kami lunasi,” tutup ia.