Dunia sepak bola diguncang oleh berita meninggalnya mantan manajer Barcelona, Tito Vilanova yang kalah berjuang melawan kanker tenggorokan. Tito mengukir banyak sejarah dan kenangan bersama Barcelona, Sabtu (26/04/14).
Tito Vilanova adalah cules sejati. Dibesarkan dan membesarkan Kota Catalan sepanjang hayat. Pemilik nama lengkap Francesc Vilanova i Bayó, juga lahir serta wafat di tanah kelahirannya, Barcelona.
Antara Pep Guardiola dan Vilanova memiliki hubungan dekat. Vilanova takkan dipilih menggantikan Guardiola jika tidak memiliki pemahaman filosofi tiki-taka ala Barcelona.
Keduanya masuk akademi La Masia di tahun yang sama pada 1984. Berselang 23 tahun kemudian, keduanya kembali bersama-sama saat menukangi Barcelona B pada 2007.
Aksi gemilang menangani tim muda Barcelona, pihak manajemen lantas menjadikan keduanya sebagai asisten pelatih Frank Rijkaard pada 2008.
Manajemen Barcelona lantas menjadikan Guardiola sebagai pelatih utama dan Vilanova setia sebagai asistennya.
Bersama pemain yang kala itu kurang dikenal dunia, Lionel Messi, Xavi dan Andres Iniesta mendadak menjadi bintang besar.
Duet Vilanova dan Guardiola menorehkan sejarah baru untuk Barcelona saat menjadi tim Spanyol pertama yang memenangkan treble, juara La Liga, Piala Raja dan Liga Champions pada tahun 2009.
Keberhasilan duet kedua pelatih ini terus berlanjut dengan memenangkan tiga gelar La Liga dalam empat musim serta kembali menjuarai Liga Champions pada tahun 2011.
Keputusan Guardiola untuk mundur menjelang musim 2012-13 manajemen pun tak ragu menunjuk Vilanova sebagai pelatih utama.
Musim pertamanya memang tidak mudah karena banyak tekanan kepadanya dengan selalu dibanding-bandingkan dengan rekannya Guardiola.
“Saya akan selalu kalah dalam segala hal dengan Guardiola,” kala almarhum diumumkan sebagai pelatih FC Barcelona yang baru, menggantikan Pep Guardiola.
Namun, ayah dua orang anak ini menjawabnya dengan sejumlah rekor, antara lain, Barcelona mencetak rekor La Liga dengan menyapu bersih 18 kemenangan dari 19 pertandingan pertama.
Mulai saat itu, hubungan Josep Guardiola dengan Vilanova jadi tidak harmonis. Keduanya terlibat perang komentar di media massa.
"Pep mengunjungi saya sekali saat tiba di New York. Namun, selama masa penyembuhan setelah operasi, sekitar dua bulan lamanya, saya tak pernah melihat dia," singgung Vilanova yang kecewa dengan Guardiola sebagai rekannya tak ada saat dibutuhkan.
Pada 19 Desember 2012, Vilanova kembali menderita kanker parotis untuk kedua kalinya setelah pada November 2011 didagnosis penyakit serupa.
“Sulit bagiku untuk mengatakan hal seperti ini. Dia temanku dan aku amat menyayanginya,” jawab Guardiola menjawab kekecewaan sahabatnya yang sempat tak dijenguk.
Vilanova kembali pada Maret 2013. Ia pun kembali menoreh rekor dengan menembus angka 100 poin dengan total 115 gol dalam semusim.
“Ini bukan titel untuk Tito, ini adalah kemenangan untuk semua pemain. Saya tidak percaya kepada usaha satu individu saja,” usai memenangkan titel juara La Liga musim 2012/13 dengan mencatatkan rekor 100 poin di akhir musim.
Pada Juli 2013 ia mengundurkan diri dari kursi kepelatihan agar dapat fokus memulihkan penyakitnya.
Pada Jumat (26/04/14) dini hari, Vilanova dilarikan ke rumah sakit karena kondisinya semakin memburuk. Tim dokter pun gagal menyelamatkan nyawanya usai melakukan tindakan operasi kanker tenggorokan.
Selamat jalan coach..!