Piala Eropa 2020

Format Baru Terganggu

Sabtu, 26 April 2014 06:00 WIB
Editor: Raditya Adi Nugraha
 Copyright:

Piala Eropa kali ini menjadi unik sebab ini adalah edisi pertama turnamen sepak bola internasional yang dilangsungkan di sejumlah negara.

Federasi Sepak Bola Swiss (SFF) mengumumkan bahwa pihaknya tak lagi berupaya menjadikan Stadion St. Jakob Park di Basel untuk masuk dalam daftar 13 stadion yang akan dipilih oleh UEFA.

Presiden SFF, Peter Gillieron, mengatakan fakta bahwa Swiss menjadi tuan rumah Piala Eropa 2008 bersama dengan negara tetangganya Austria merupakan faktor utama.

"Kami merasa bahwa negara-negara yang telah menyelenggarakan Kejuaraan Eropa dalam 12 tahun terakhir, dengan sebaik-baiknya, memiliki peluang yang kecil untuk dapat dipilih untuk (turut menjadi tuan rumah) Piala Eropa 2020," demikian pernyataannya.

Dengan demikian, kata sekretaris jenderal SFF, Alex Miescher, federasi merasa tidak mampu melakukan investasi keuangan ataupun mendapat dukungan dari politisi-politisi lokal dan nasional.

Langkah Austria juga diikuti Turki yang juga mengurungkan niat untuk menjadi tempat dilangsungkannya semifinal dan final Piala Eropa 2020. Turki kini lebih fokus untuk memilih memenangi hak menjadi tuan rumah Piala Eropa 2024.

"Kami meyakini Turki berada pada titik di mana kami mampu menyelengarakan turnamen secara keseluruhan," demikian pernyataan Federasi Sepak Bola Turki.

Sebelumnya, Perancis telah mengundurkan diri dari persaingan untuk menjadi salah satu tuan rumah Piala Eropa 2020, di mana presiden federasi mereka, Noel Le Graet, mendeklarasikan Lyon tidak akan mengajukan diri menjadi salah satu calon kota penyelenggara.

UEFA akan mengumumkan 13 kota tuan rumah pada bulan September, sebagaimana yang diupayakan presiden UEFA, Michel Platini, untuk menerapkan format baru dengan menyelenggarakan turnamen ini di banyak negara.

Jerman, yang telah menyelenggarakan Piala Eropa 1988 dan Piala Dunia 2006, menarik perhatian terkait Piala Eropa 2020, di mana Munich menyingkirkan Berlin sebagai kota kandidat yang diusung Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB).