Pusam Samarinda 3-0 Persela Lamongan

Berkah Stadion Baru

Senin, 28 April 2014 20:30 WIB
Editor: Raditya Adi Nugraha
 Copyright:

Catatan buruk kalah lima kali dalam laga terakhirnya, tim "Pesut Mahakam" mengalami puasa kemenangan, dan baru terpecahkan pada laga menghadapi Persela Lamongan.

Tiga gol kemenangan tim "Pesut Mahakam" tercipta pada babak kedua melalui gol bunuh diri Suroso pada menit ke 46, Lerby Leandry pada menit ke 60 dan Bayu Gatra pada menit ke 83.

Beban berat tim tuan rumah agar bisa meraih tiga poin, sangat dirasakan terutama pada babak pertama. M Robi dkk kesulitan untuk menciptakan gol, meskipun banyak peluang yang dimiliki oleh tuan rumah.

Dua kali Bayu Gatra lepas dari pengawalan pemain belakang tim Persela, namun tendangan Bayu masih melenceng dan membentur tiang gawang Persela yang dikawal oleh Nurhuda.

Pusam mulai mendapat harapan di 45 menit kedua. Adalah gol bunuh diri pemain belakang Persela, Suroso, yang gagal menghalau bola hasil umpan crosing Joko Sasongko, yang memecah kebuntuan Pusam.

Penyerang muda Pusam Lerby Leandri berhasil menggandakan skor pada menit ke 60 melalui tendangan kaki kanannya memanfaatkan umpan sepak pojok Yusarfandi.

Bayu Gatra, akhirnya bisa memecahkan kebutuannya dan melengkapi kemenangan tuan rumah menjadi 3-0 melalui golnya pada menit ke 83.

Raihan tiga poin ini menjadi kado untuk Laskar Badai Mahakam, yang merupakan suporter baru tim Pusam di laga kandang pertamanya di Stadion Palaran, Samarinda, setelah berpindah home base dari Stadion Segiri Samarinda.

Pelatih Pusam, Mundari Karya, mengaku bersyukur bisa lepas dari tekanan pertandingan dengan hasil raihan kemenangan.

"Saya salut dengan usaha para pemain yang akhirnya tim kami bisa meraih kemenangan pada sore ini, mudah-mudahan ini bisa menjadi titik balik kebangkian para pemain menghadapi pertandingan selanjutnya," jelas Mundari.

Sementara pelatih Persela, Edward Cong, menilai faktor fisik menjadi kelemahan timnya menghadapi Pusam, selain kurang disiplinnya para pemain untuk mengantisipasi pergerakan Bayu Gatra.

"Bayu begitu bebas melakukan akselerasi di peretahanan kita, dan akhirnya itu menjadi petaka yang mengakibatkan tim kami harus menyerah 3-0," jelas Edward.