Indonesia U-19 1-1 Myanmar U-19

Myanmar Kunci Gerakan Evan Dimas

Senin, 5 Mei 2014 22:50 WIB
Editor: Irfan Fikri
 Copyright:

Bermain di Stadion Gelora Bung Karno, secara mengejutkan Mynmar U-19 mampu menahan imbang 1-1 Indonesia. Gol Muchlis Hadi menit4 sukses dibalas oleh Aung Thu pada menit delapan.

Gerd Friedrich Horst selaku pelatih rupanya sudah mempersiapkan taktik khusus untuk membawa timnya tampil superior meski bermain di kandang Indonesia.

"Kuncinya dengan strategi spesial, kita menekan Indonesia. Indonesia main sangat tangguh jadi kita harus lebih menyerang. Yang terpenting mematikan Evan Dimas, sama saja Indonesia out," ucap ia selepas pertandingan.

Tak hanya itu, meski gagal meraih kemenangan, Gerd, sangat puas. Terlebih timnya satu level di bawah Indonesia dalam segi individu pemain.

"Meski tak menang saya puas, karena Indonesia memilki tim yang tangguh dan lebih baik secara individu. Ini pertandingan menarik," ucap ia.

Sejak awal laga, Indonesia terus melancarkan serangan. Hasilnya positif. Pertandingan baru berjalan 4 menit seisi stadion sudah bergemuruh setelah Muchlis Hadi membawa Indonesia unggul 1-0.

 Menerima umpan lambung, Muchlis Hadi yang lepas dari jebakan offside, dengan mudah menceploskan bola ke gawang Myanmar.

Namun euforia kegembiraan pemain muda Indonesia membuat lengah barisan pertahanan. Myanmar sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 berkat gol dari Aung Thu pada menit 8, tendangan mendatar Aung Thu ke pojok gawang tidak mampu diamankan kiper Indonesia, Ravi Murdianto.

Kecolongan gol dari tim tamu, Indonesia berusaha kembali mencetak gol keunggulan. Namun, hal itu tidak membuat mental pemain Myanmar ciut. Pertandingan pun semakin menarik karena kedua tim saling jual beli serangan.

Indonesia sebenarnya lebih beruntung setelah mendapatkan tendangan bebas sedikit di luar kotak penalti. Hanya saja tendangan Evan Dimas masih membentur pagar hidup pemain Myanmar.

Evan Dimas kembali berkesempatan untuk membawa Indonesia unggul pada menit 32. Namun meskipun sudah berhadapan satu lawan satu dengan kiper Myanmar, Myo Min Latt, Evan Dimas gagal membuat gol.

Jelang turun minum giliran Myanmar yang banyak mendapat peluang. Lengahnya pertahanan Indonesia membuat Maung Maung Soe dan kawan-kawan, berkali-kali membuat barisan pertahanan Indonesia yang dikomandoi Fatchu Rahman ketar-ketir.

Pada menit 65 Myanmar mendapatkan kesempatan emas untuk membalikkan keadaan untuk membawa Myanmar unggul 1-2. Tapi sepakan Yan Naing Do masih melebar ke sisi kiri gawang kiper Ravi Murdianto.

Pada menit 85 sempat terjadi keributan antara kedua tim. Keributan dipicu setelah seorang pemain Myanmar dilanggar pemain Indonesia. Namun karena perbedaan bahasa menimbulkan kesalahpahaman.

Memanasnya pertandingan memuncak pada menit ke-92. Wasit memberikan kartu kuning kedua kepada Hansamu Yama, yang artinya dia harus ke luar lapangan. Kartu merah didapat Hansamu Yama karena berseteru dengan pemain Myanmar.

Menjelang laga bubar, pemain pengganti Yabes Roni mendapat peluang emas terakhir Indonesia. Namun ketika sudah berhadapan dengan kiper Myanmar, bola terlepas dari jangkauan Yabes Roni karena direbut pemain bertahan Myanmar.

Susunan pemain:

Indonesia:

Ravi Murdianto; Putu Gede, M. Fatchu Rahman, Sahrul Kurniawan, Hansamu Yama Pranata; Zulfiandi, Evan Dimas Darmono, Muhammad Hargianto; Ilham Udin (Septian David 71'), Muchlis Hadi Ning, Maldini (Yabes Roni 80')

Myanmar:

Myo Min Latt; Htike Htike Aung, Naing Lin Tun, Nanda Kyaw, Nan Wai Lin; Aung Thu (Thang Paing 79'), Yan Naing Go, Myo Ko Tun; Maung Maung Soe (Nan Ming Auo 91'), Mg Mg Lwin (Yan Lin Aung '18), Shine Thura