Pecat Pelatih

Perseru Sunat Gaji Robby

Selasa, 6 Mei 2014 20:44 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Manajer Perseru YP Ayorbaba secara resmi memecat Robby Maruanaya dari kursi pelatih Perseru karena Robby dianggap gagal meningkatkan performa tim. Tak terima dipecat, Robby melaporkan tindakan manajemen Perseru ke Asosiasi Pelatih Sepakbola Indonesia (APSI).

“Masih banyak yang akan saya beberkan ke publik, termasuk pembayaran gaji yang saya terima tidak sesuai nilai di kontrak,” kata Robby Marunaya, Selasa (6/5).

“Dalam kontrak pertama menyebutkan gaji pertama akan dibayar 30 persen dari nominal yang disepakati. Setelah ditransfer, saya hanya ditransfer 20 persen, itupun dipotong 5 persen untuk pajak. Dalam kasus ini, saya telah didampingi oleh pengacara dari APSI,” ungkap Robby.

Robby menuding terjadi pemalsuan tanda tangan dalam kontrak kedua yang dibuat Perseru, setelah Robby menerima dua kali gaji pada musim ini. Dalam kontrak kedua yang diterima, Perseru hanya melampirkan lembar nilai kontrak yang diterima pada kontrak pertama.

“Dalam kontrak kedua, tanda-tangan saya di-copy dari kontrak pertama. Ada dugaan pemalsuan tanda-tangan berarti. Nilai pada kontrak yang kedua, gaji yang dibayarkan kepada saya hanya Rp17 juta per bulan. Setelah ditransfer, gaji yang saya terima hanya Rp16 juta lebih,” urai Robby.

Robby akan menuntut Perseru karena tidak memenuhi klausul. Salah satu isi klausul menyebutkan jika sakit, biaya pengobatan pelatih akan ditanggung manajemen, seperti saat menjalani operasi mata di Surabaya.

Robby terus membuka borok Perseru soal langkah Perseru yang tidak menyerahkan langsung kontrak kerja kedua, namun melalui perantara orang lain.

“Saat itu, saya terpaksa tanda tangan karena kompetisi sudah mulai dan saya tidak tahu mau ke mana lagi. Manajemen menggantung nasib saya, padahal banyak kesempatan yang bisa saya raih menjadi pelatih di tempat lain,” sesal Robby.