Piala Dunia Brasil 2014

Layani Peserta, Hotel di Brasil Kewalahan

Minggu, 11 Mei 2014 10:47 WIB
Editor:
 Copyright:

Piala Dunia 2014 tinggal menyiksakan waktu sekitar sebulan lagi, dan sekitar 736 tamu terhormat akan mendarat di Brasil. Hotel-hotel di 27 kota dari sembilan negara bagian, tengah menyiapkan sentuhan akhir untuk mempersiapkan fasilitas-fasiltas mewah dari hotel mereka.

Biasanya aktor dan aktris papan atas Hollywood, bintang pop, dan pengusaha kaya raya meminta tuntutan tinggi kepada hotel yang mereka tempati. Namun tidak ingin kalah dengan mereka, beberapa dari 32 tim nasional peserta Piala Dunia, juga membuat hotel-hotel kelabakan.

Aljazair menginginkan ada Al-Quran di samping tempat tidur mereka. Uruguay menegaskan untuk mematikan pendingin ruangan agar pemain mereka memiliki "lingkungan yang damai dan tenang." Sedangkan Ekuador, setiap harinya ingin kiriman pisang lokal dari negara mereka.

Federasi Sepakbola Prancis mengumumkan telah menyewa semua kamar yang berada di JP Hotel, di Ribeirao Preto, Sao Paulo, dan mengungkapkan bahwa setiap kamar untuk setiap pemain harus sama, hingga warna cat tembok.

"Mereka meminta kami untuk membeli dua jenis sabun cair, satu untuk mandi, dan yang satu lagi untuk mencuci tangan mereka," kata Luciana Marotta Guimaraes, general manager JP Hotel.

Jerman telah mempersiapkan jauh-jauh hari untuk mendapatkan fasilitas paling mewah. Delegasi tersebut telah membangun fasilitas pelatihan sendiri di desa indah, di Santo Andre, Bahia.

Markas tim asuhan Joachim Low itu adalah lingkungan masyarakat yang terjaga keamanannya, dengan 13 rumah, 65 kamar, dan sebuah lapangan sepakbola.

Skuad Inggris menjadi peserta yang paling sedikit meminta permintaan khusus kepada hotel. Tim asuhan Roy Hodgson itu akan mendiami 64 kamar dari dua lantai Royal Tulip Hotel.

"Mereka hanya meminta kami untuk menyisihkan salah satu dari tiga restoran kami untuk penggunaan eksklusif mereka, memberikan pemain ruang video game khusus dengan tiga TV dan game terbaru, dan mereka ingin menggunakan satu-satunya pusat kebugaran dan kolam renang untuk hanya beberapa jam setiap hari," kata George Durante, general manager Royal Tulip Hotel, di Rio de Janeiro.

"Kami telah merombak total kamar mereka dan kami memasang merek furniture baru, tempat tidur baru, dan lantai kayu, balkon bebas karat, dan pendingin ruangan," sambung Durante.

“Mereka ingin makanan daging merah, ikan, dan ayam khas Brasil, tetapi semua dimasak dalam konsep diet sehat. Kami juga diminta untuk menempatkan mesin kopi untuk empat pemain, ujar Ibrahim Lanca, dari Hotel Ilha do Boi di Vitoria, Espirito Santos, di mana Australia akan tinggal.

Sementara timnas Bosnia-Herzegovina meminta ruangan pemisah antara pemain dan staf.

"Mereka telah meminta kami untuk memasang layar pemisah yang diiringi musik akustik," kata Lourival Pierim dari Casa Grande Hotel Resort & Spa di Guaruja, Sao Paulo.

"Para pemain akan makan di satu sisi dan staf pelatih di sisi lain. Obrolan mereka tidak akan bercampur,” lanjut ia.