Sempat tertinggal saat laga baru berjalan 2 menit, usai Biava berhasil menceploskan bola ke jala Handanovic, klub milik pengusaha Indonesia, Erick Thohir, mengamuk dengan memborong 4 gol.
Empat gol Inter dicetak oleh Palacio (menit ke-7 dan 37), Icardi (menit ke-34) serta gol penutup dari bintang baru mereka yang dibeli dari Napoli, Hernanes (menit ke-79).
Di awal laga, fans Inter di Giuseppe Meazza terdiam saat Giuseppe Biava mampu menceploskan bola usai mendapatkan umpan matang dari Lorik Cana untuk menaklukkan kiper Handanovic.
Tak butuh waktu lama untuk Inter menyamakan kedudukan. Rodrigo Palacio sukses mengecoh kiper Berisha untuk mengubah skor menjadi 1-1.
Gol ini membuat skuad Mazzarri bersemangat. Kali ini Icardi yang menjadi pahlawan, saat menit ke-34, ia mampu memanfaatkan umpan matang dari pemain muda, Kovacic. Inter unggul 2-1.
Erick Thohir yang menonton laga langsung di pinggir lapangan berteriak saat Palacio memperlebar kemenangan Inter menjadi surplus dua bola. Inter unggul 3-1 hingga babak pertama berakhir.
Para pemain Lazio yang coba memperkecil kekalahan nampak frustasi, karena apiknya permainan belakang Inter yang dikawal oleh Javier Zanetti, sekaligus menjadi laga perpisahan sang kapten bermain di markas Inter, Giuseppe Meazza.
Inter menutup kemenangan lewat tendangan keras Hernanes yang tak mampu diantisipasi oleh kiper Lazio, Berisha. Skor 4-1 bertahan sampai wasit Massa, meniup peluit akhir.
Atas hasil ini, Inter mengoleksi 60 poin, atau berada di peringkat ke-5, namun masih mungkin terkejar oleh Torino yang berada di peringkat enam, jika pada laga penutup nanti melawan Chievo, gagal meraih poin.