Manajemen Persipasi Kota Bekasi, Jawa Barat, mulai rajin berkomunikasi dengan pemerintah daerah setempat untuk mencari solusi permasalahan keuangan klub.
"Kami datang untuk menjajaki komunikasi yang lebih baik dengan pemerintah setelah sempat memanas di masa-masa pelarangan penggunaan stadion dikeluarkan pemerintah," kata Manajer Persipasi, Fachri Sinaga usai berdialog dengan sejumlah pejabat di lingkup Pemkot Bekasi.
Manajemen beserta pemain dan ofisial tim Persipasi mendatangi Pemkot Bekasi dan menemui Sekretaris Daerah Kota Bekasi Rayendra Sukarmadji untuk menyampaikan berbagai hal yang saat ini tengah mengganjal Persipasi.
Fachri mengatakan, tim membutuhkan arahan dari pemerintah karena permasalahan yang tengah membelit cukup rumit, di antaranya masalah tertunggaknya sejumlah biaya operasional tim.
Biaya yang ditunggak manajemen itu antara lain perihal mes pemain di kawasan Halim, Jakarta Timur, serta kontrak pemain juga ofisial yang hingga saat ini masih ditunggak.
"Untuk mes, kami mendapat keringanan sehingga masih diperbolehkan menggunakannya meskipun biaya sewanya sudah sebulan belum dibayarkan. Sementara gaji pemain, tak bisa terus-menerus ditunda pembayarannya," tambah Fachri.
Tak sampai di sana, manajemen juga turut dipusingkan dengan agenda laga tandang ke kandang PSCS Cilacap 14 Mei 2014.
"Setiap bertanding ke luar kandang kami membutuhkan dana sedikitnya Rp150 juta untuk akomodasi hingga bonus pemain," kata ia.
Manajemen pun berharap, Pemkot Bekasi bisa memberikan arahan demi tercapainya solusi atas permasalahan yang mendera tim.
Secara terpisah, Rayendra mengatakan, Pemkot Bekasi pun berkeinginan tim tetap solid dan terbebas dari berbagai permasalahan yang saat ini dihadapi.
"Kami harap segera ada solusi supaya pemain dan ofisial tidak terus dikorbankan," ujarnya.