Sevilla Juara Liga Europa

Beto, Penghancur Ambisi Benfica

Kamis, 15 Mei 2014 07:44 WIB
Editor: Yusuf Abdillah
 Copyright:

Sevilla sukses meraih trofi Liga Europa untuk ketiga kalinya setelah menekuk Benfica lewat drama adu penalti di Juventus Stadium. Klub Andalusia menjadi kampiun setelah Beto secara gemilang menahan eksekusi Oscar Cardozo dan Rodrigo.

Beto tak hanya cemerlang saat adu penalti, kiper berusia 32 tahun itu memang tampil apik sepanjang laga. Beto sukses menjaga Sevilla tak kebobolan meski nyaris sepanjang laga Benfica menghadirkan ancaman di depan gawangnya.

Saat pertandingan baru berjalan enam menit misalnya, aksi Beto mematahkan usaha dari Lima. Aksi spektakuler juga dipertontonkan Beto saat melakukan penyelamatan ganda di akhir paruh pertama. Ketangguhan Beto yang membuat Pereira dan Rodrigo meratap. Kegemilangan Beto berlanjut pada babak kedua dan dua babak tambahan, dan tentu saja saat adu penalti.

Beto sejatinya sudah tak asing dengan Benfica. Sebagai jebolan Sporting, Benfica adalah musuh, pun sebaiknya. Sejak mengawali karier di tim muda Sporting pada 1998, Beto sudah tak asing bagaimana panasnya persaingan Derby Eterno, Sporting kontra Benfica.

Ya, kiper kelahiran Lisbon 1 Mei 1982 lalu itu menimba ilmu bersama tim muda Sporting, rival sekota Benfica. Perjalanan karier Beto terbilang pasang-surut. Beberapa kali dia bermain dengan status pinjaman.

Musim 2008-2009, setelah berpetualang di beberapa klub medioker, Beto bergabung dengan FC Porto, rival Benfica lainnya. Bersama Porto, Beto merasakan menjadi juara Liga Europa untuk pertama kalinya pada 2010-2011. Meski kala itu dia hanya ada di bangku cadangan.

Beto hanya 12 kali tampil membela Porto sebelum dipinjamkan ke klub Rumania, Cluj. Setelah mampir di Braga, Beto bergabung dengan Sevilla sebagai pinjaman hingga kini menjadi kiper permanen.  

Dalam perjalanan Sevilla ke tangga juara Liga Europa, Beto menjadi sosok penting. Kontribusinya di bawah gawang Sevilla sangat krusial, tanyakan kepada Real Betis, Porto, dan Valencia yang menjadi korban ketangguhan Beto di bawah mistar gawang.

“Saya merasa sangat bangga menjadi bagian dari tim ini. Semuanya berakhir dengan cara yang terbaik,” ujar di uefa.com.

”Saya mendedikasikan kemenangan ini untuk ayah. Dia pasti sangat bangga kepada saya. Saya tahu dia berada bersama saya saat ini dan selamanya. Kemenangan ini juga untuk ibu dan anak saya.”

FAKTA BETO

Menjadi kiper ketiga Portugal pada Piala Dunia 2010. Untuk Piala Dunia 2014, Beto masuk skuad provisi Portugal. Dia bersaing dengan Anthony Lopes (Lyon), Eduardo (Braga), dan Rui Patricio (Sporting).

Beto menghabiskan enam tahun bersama Sporting, namun dia gagal menembus tim utama. Dia kalah bersaing dengan Rocardo yang datang dari Boavista pada 2003.

Mencatat debut timnas saat Portugal beruji coba melawan Estonia pada 10 Juni 2009.

Beto ada di bangku cadangan saat Porto menjadi juara Piala UEFA pada 2010/2011. Kala itu Porto sukses meraih treble dan Beto menjadi kiper utama saat Porto menang di final Piala Portugal.