Tim Nasional Indonesia U-23 bermain seri melawan Tim Nasional Republik Dominika dengan skor 1-1 pada laga uji coba di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Senayan, Jakarta, Kamis (15/05/14).
Gol Indonesia diciptakan Alfin Tuasalamony lewat titik penalti pada menit ke- 85 dan gol tim tamu diciptakan oleh gelandang serang mereka Kerbi Rafael Rodriguez Pichardo pada menit ke-25.
Tim asuhan Aji Santoso yang dipersiapkan untuk berlaga di Asean Games 2014 ini, tampil dengan kekuatan penuh. Aji tampaknya sangat serius dalam menatap laga ini meski baru saja tiba di Jakarta dari Yogyakarta Selasa (13/05/14), usai melakoni uji coba melawan tim Pra PON Sulawesi Selatan Minggu (11/05/14) lalu. Timnas U-23 hanya tak mencantumkan nama Rizky Pelu dan Alfin Tuasalamony di skuad starting eleven.
Di babak pertama, kedua tim langsung melancarkan serangan. Meski bermain sebagai tamu, Timnas Dominika malah terlihat mampu mengendalikan permainan.
Hal ini terbukti dari pemain lini tengah mereka yang bisa mendominasi lini tengah tim garuda yang tampak grogi dengan sering melakukan kesalahan sendiri seperti salah umpan maupun salah paham antar pemain.
Di babak pertama, Timnas Dominika lebih efektif dalam melakukan serangan. Tercatat sebanyak 5 peluang mereka dapatkan, satu diantaranya berbuah gol lewat Kerbi Rafael Rodriguez Pichardo yang sukses membobol gawang Andritany pada menit ke-25, memanfaatkan umpan trobosan.
Bahkan, Kerbi Rafael hampir saja mencetak gol kedua, andaikan Andritany tidak sigap dalam membaca gerakan tipuannya.
Sedangkan untuk Timnas U-23, tercatat hanya memiliki 3 peluang matang, yang dua diantaranya peluang lewat tendangan Bayu Gatra dan tendangan bebas kapten Dedi Kusnandar yang berhasil dimentahkan oleh kiper Dominika, Welinton Agramonte De Los Santos. Untuk sementara Indonesia tertinggal 0-1.
Memasuki babak kedua, Timnas U-23 yang memasukkan Alfin Tuasalamony jelang babak pertama usai, terlihat lebih menguatkan serangan di sisi kiri pertahanan lawan.
Tapi penjagaan ketat yang dilakukan membuat serangan yang diciptakan Indonesia sering kali gagal sebelum memasuki daerah kotak penalti lawan. Umpan-umpan pendek yang diterapkan juga mudah terbaca oleh pemain lawan.
Tak berbeda dengan babak pertama, Indonesia belum bisa keluar dari tekanan lawan. Bahkan lawan kembali leluasa memasuki daerah pertahan Indonesia dengan melakukan tembakan-tembakan berbahaya ke gawang Andritany.
Lini tengah Indonesia cukup terorganisir setelah Aji Santoso memasukkan Rizky Pellu dan Novri Setiawan untuk menggantikan Rasyid Bakrie dan Bayu Gatra yang tidak berkembang. Terbukti, Indonesia mendapatkan penalti dan mampu menyamakan kedudukan lewat Alfin Tuasalamony pada menit 85.
Hingga wasit meniup peluit akhir, skor 1-1 tetap bertahan untuk kedua tim.
Susunan pemain:
Indonesia: Andritany Ardhiyasa, M. Zaenuri, Dani Saputra, Ramdani Lestaluhu, Fandi Eko Utomo (Syakir Sulaiman 53), Dedi Kusnandar, Manahati Lestusen (Syahrizal 82), Rasyid Bakrie (Rizky Pellu 69), Syaiful Indra Cahya (Alfin Ismail Tuasalamony 43), Bayu Gatra (Novri Setiawan 69), Aldaier Makatindu.
Pelatih: Aji Santoso
Republik Dominika: Welinton Agramonte De Los Santos, Cesar Antonio Ledesma Turbi, Cesar Manuel Garcia Peralta, Eduard Marcel Nunez Mejia (Rony Beard Murray 62), Kerbi Rafael Rodriguez Pichardo, Jonathan Rafael Ifana Frias, Samuel Lustenberger (Rafael Leonardo Flores 57), Domingo Antonio Peralta Florencio (Pedro Antonio Munez 53), Hansley Alexander Martinez Garcia, Edward Arturo Acevedo Cruz, Heinz Barmettler Veloz T (Erick Junior Ozuna Lopez 83).
Pelatih: Clemente Domingo Hernandez