Untuk pertama kali dalam 19 tahun Manchester United gagal tampil di Liga Champions. Bahkan, Setan Merah tak berhak bermain di Liga Europa. Akibat kegagalan tersebut, MU dipastikan kehilangan kompetisi yang selama ini menjadi salah satu sumber dana mereka.
Sebagai gambaran, musim lalu MU mendapatkan lebih dari 31 juta poundsterling hanya dari pembagian hak siar. Itu belum termasuk pendapatan dari hadiah uang dan penjualan tiket. Tak heran jika wakil ketua eksekutif MU, Ed Woodward mengatakan pihaknya akan merugi paling tidak 30 juat poundsterling atau sekitar Rp574 miliar akibat tak tampil di Liga Champions.
Namun, Woodward menegaskan, kerugian itu tidak mempengaruhi rencana klub belanja pemain di bursa transfer musim panas ini. "Disebabkan kesepakatan-kesepakatan hak siar televisi, kami memperkirakan kerugian kami di sepakbola Eropa sekitar 30 juta pound," ujar Woodward kepada BBC. "Harapan klub ini tentu kembali ke Liga Champions dan Anda akan lihat itu di bursa transfer pemain."
Woodward mengakui performa United pada musim kompetisi 2013-2014 sangat mengecewakan. "United berada di peringkat tujuh yang membuat kami tak dapat berlaga di Eropa. Tapi percayalah kami berusaha keras untuk mengembalikan standar terbaik kami musim depan," kata Woodward.
Pada kesempatan yang sama, Woodward juga mengungkap bahwa MU hingga saat ini masih mencari manajer baru pengganti David Moyes.
"Kami mengganti manajer pada April kemarin. Terima kasih untuk Ryan Giggs yang memimpin skuad United hingga akhir musim. Sekarang kami sedang mencari manajer tetap dan akan kami umumkan pada saatnya nanti," kata dia.
SUMBER PENDAPATAN MU
38% Broadcasting
28% Ticket sales/concessions
24% Sponsorships
7% Merchandise/licensing
3% Mobile and Web partnerships/advertising
Sumber: Businessweek