Pelatih Baru Barcelona

Lucho Kembali ke Rumah

Selasa, 20 Mei 2014 12:46 WIB
Editor: Yusuf Abdillah
 Copyright:

Keputusan Barcelona memilih Luis Enrique sebagai pelatih baru menggantikan Gerardo “Tata” Martino sebagai pelatih tidak mengejutkan. Enrique merupakan pilihan paling ideal bagi Barcelona. Lucho, julukan Enrique, bukan sosok asing lagi bagi Barcelona.

Di Barcelona, Lucho adalah idola. Gaya bermainnya yang selalu penuh gairah membuat Enrique mencuri hati pendukung Barca. Saat mendiang Tito Vilanova mundur karena sakit, nama Enrique otomatis muncul. Namun, akhirnya pilihan Barca jatuh kepada Martino.

Setelah Martino mengundurkan diri, nama Enrique kembali mengapung. Dan, kali ini pria kelahiran Gijon ini memang yang terpilih. “Saya senang kembali meneruskan tugas di rumah. Publik Barcelona adalah yang memutuskan masa depan saya. Saya selalu ingin yang terbaik buat klub ini,” kata Enrique.

Kembalinya Lucho ke Barcelona sudah tercium saat dia memutuskan mundur sebagai pelatih Celta Vigo. Enrique dipilih berdasar rekomendasi dari direktur olahraga Barcelona, yang juga rekan setim Enrique, Andoni Zubizarreta. Enrique akan menukangi Blaugrana untuk dua tahun ke depan.

Bagi Enrique, ini merupakan ketiga kalinya dia mengabdi Barcelona. Pada 1996, jebolan Sporting Gijon bergabung dengan Barcelona dari Real Madrid. Tak perlu lama bagi Enrique untuk menjadi idola di Camp Nou. Enrique pensiun sebagai pemain pada 2004.

Selang empat tahun kemudian, Enrique menangani Barcelona B yang dibawanya promosi ke Divisi Segunda pada tahun keduanya. Setelah hanya semusim melatih AS Roma, Enrique kembali ke Spanyol untuk membesut Celta.

Meski serupa dengan Guardiola, perjalanan Enrique berbeda karena dia tak “murni” Barcelona. Enrique mengawali karier di Sporting Gijon, bahkan pernah berkostum Madrid. Namun, Enrique dianggap paling paham dengan cetak biru El Barca. “Saya selalu menjadi pendukung Barca. Sporting yang pertama, kemudian Barca. Saya senang tim yang sangat menyerang,” kata Lucho.

“Luis Enrique pelatih ideal buat Barcelona. Dia pilihat yang terbaik. Mengenal seluk-beluk tim sangat membantunya. Ini bukan klub biasa. Luis Enrique mengenal klub lebih baik daripada siapapun,” kata Ivan de la Pena, mantan rekan setim di Barcelona dan asisten Enrique di Roma.

Meski bukan jebolan La Masia seperti Guardiola, Enrique tak bisa dilepaskan dari Barcelona. Bisa dikatakan, Enrique sudah memiliki DNA Barcelona. Saat menukangi Roma, Enrique mencoba menerapkan gaya bermain Barca. Ketika menukangi Celta, hal serupa dilakukannya.

Tak tanggung-tanggung untuk mengubah Celta, Enrique memboyong jebolan La Masia, seperti Fontas, rafinha, dan Nolito.

“Salah satu kekuatan Barcelona adalah gaya mereka. Idenya selalu sama setelah bertahun-tahun, kuasai bola. Jika tak kuasai bola, Anda akan mengejar lawan. Anda akan letih,” terang Enrique.

Lalu, seperti apa Enrique sebagai pelatih? Tak jauh berbeda dengan Guardiola. Lucho dikenal sebagai arsitek yang menekankan kebugaran fisik dan memperhatikan setiap aspek secara rinci.

“Dia pelatih yang sangat menuntut. Dia senang mempelajari perkembangan setiap pemain,” kata De La Pena.

Sekilas Luis Enrique

Lahir di Gijon, Spanyol, 8 Mei 1970.

Bermain memperkuat Real Madrid dan Barcelona. Tiga kali menjadi juara La Liga, Piala Winners.

Pensiun pada 2004. Tampil 62 kali bersama tim nasional Spanyol.

Menggantikan Guardiola sebnagao pelatih Barcelona B pada 2008.

Melatih AS Roma pada 2011, hanya bertahan satu musim setelah Roma finis di peringkat tujuh Serie A.

Menggantikan Abel Resino sebagai pelatih Celta Vigo pada 2013.