Masalah terkait pembagian hak siar ternyata tidak hanya terjadi di kompetisi Eropa, kejadian serupa juga terjadi di kompetisi Indonesian Super League (ISL) musim ini. Yang terbaru, Arema Cronus meminta pembagian hak siar bisa adil.
Pasalnya, selama ini operator kompetisi ISL-PT Liga Indonesia (PT LI) memukul rata pembagian hak siar. Adanya pemerataan kompensasi siaran televisi itulah yang dinilai tidak adil. Artinya ada tuntutan kepada operator liga agar porsi pendapatan antara tim besar dan tim kecil dibedakan.
Klub yang bermarkas di Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Malang inipun dengan tegas menolak pembagian hak siar disamakan dengan klub-klub medioker atau klub papan bawah.
"Gak bisa kita disamakan dengan tim biasa," gerutu General Manajer Arema Cronus, Ruddy Widodo.
Arema menuntut supaya pendapatan Arema dari hak siar bisa lebih besar dibandingkan tim-tim lain. Apalagi di musim ini, hampir seluruh laga home Arema disiarkan secara langsung oleh televisi swasta nasional.
Dana yang diterima Arema Cronus di musim ini cukup kecil. Setiap disiarkan secara langsung, Arema hanya mendapat dana Rp30 juta dari operator liga. Itupun jika laga dilangsungkan pada malam hari. Tetapi nilai komersil itu turun menjadi Rp 25 juta bila disiarkan pada sore hari.
Padahal, beber Ruddy, selama ini rating televisi, interest dan nilai komersil Arema lebih besar dibanding klub-klub lain. Belum lagi ditambah amunisi Singo Edan yang banyak dihuni pemain-pemain bintang.
"Karena ratingnya Arema selama ini lebih tinggi, itu sesuai dengan hasil penelitian," kata Ruddy.
Sehingga, nilai Ruddy, Arema semestinya mendapat nilai hak siar lebih besar sesuai dengan value yang dimiliki tim pujaan Aremania ini.
"Seperti di kompetisi luar negeri, yang ratingnya tinggi, gak sama pendapatannya dari hak siar dengan tim lain," keluh Ruddy.
Ruddy menambahkan, sebenarnya selama ini perwakilan Arema, sudah memperjuangkan agar pembagian hak siar pertandingan bisa adil.
"Kami dan Persib Bandung berjuang supaya pembagian hak siar adil," tandas pengusaha travel ini.
Musim ini, hak siar kasta teratas sepakbola Indonesia dipegang oleh MNC TV, RCTI, Global TV, dan MNC TV, serta K-Vision. Dibandingkan musim lalu, ada nilai kontrak yang naik dibandingkan ANTV.