Ribuan masyarakat miskin kota di Brasil melakukan aksi demonstrasi menolak Piala Dunia. Khawatir aksi mengarah anarkis, aparat setempat melakukan penjagaan ketat.
"Kami berada di sini untuk memprotes Piala Dunia, menentang besarnya anggaran yang dikeluarkan untuk Piala Dunia sementara kami tidak punya rumah atau fasilitas kesehatan atau yang lain," kata Luiz Giovani, peserta aksi.
Polisi setempat mengatakan, sekitar 5.000 orang ikut serta dalam unjuk rasa ini. Unjuk rasa menyebabkan lalu lintas terganggu dan sejumlah kantor dan toko ditutup lebih awal.
Walaupun diguyur hujan, Gerakan Pekerja Tunawisma mengatakan demostransi itu merupakan salah satu yang terbesar dalam gelombang protes dalam minggu-minggu terakhir jelang Piala Dunia yang akan dimulai pada 12 Juni 2014 mendatang.
Para pengunjuk rasa membawa spanduk bertuliskan "FIFA pulang. Mereka menolak Piala Dunia menghabiskan anggaran besar sekitar 11 miliar dolar Amerika Serikat.
Pekan lalu, sekitar 5.000 anggota gerakan tunawisma membakar ban mobil dan berpawai ke Corinthians Arena, stadion Piala Dunia di Sao Paulo, sebagai protes atas tingginya anggaran turnamen sepak bola dunia itu.
Sebelumnya, legenda sepak bola Brasil, Pele, mengatakan demonstrasi ini dapat mempengaruhi penyelenggaraan turnamen bola itu.