Riwayat kedua tim, baik Aremania dan Viking (suporter Persib) memang saling bermusuhan sama halnya Viking dan The Jakmania-suporter Persija. Namun pada saat laga yang digelar di Stadion Kanjuruhan Malang, Minggu (25/05/15) antara Arema v Persib tidak terjadi kericuhan.
Hal itu yang membuat Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar sangat memberikan apresiasi lebih kepada Aremania atas perilaku sportif yang diperlihatkan supporter Arema Cronus tersebut.
"Bobotoh harus seperti itu. Jangan ada permusuhan. Mereka (Aremania) tidak membuat sesuatu hal yang tidak merugikan bagi Persib. Tidak ada pelemparan botol minuman. Jangankan yang isi yang kosong pun tidak ada," kata Umuh saat ditemui di kediamannya, di Tanjungsari, Sumedang.
Awalnya, ia memprediksi pada pertandingan yang berakhir 2-2 tersebut, para suporter Aremania akan melakukan pelemparan.
"Saya juga sudah tekankan kepada anak-anak, kalau ada pelemparan, protes saja, dan langsung berhenti bertanding. Tapi nyatanya tidak ada. Ini harus dicontoh," ujar Umuh.
Bahkan Umuh mengaku salut dengan pengamanan yang dilakukan pihak kepolisian Arema.
"Kemarin saja (kontra Persija) saya harus ganti Rp 200 juta karena kerusakan terjadi pada rantis. Saya juga sudah koordinasi dengan panpel. Itulah, bobotoh yang berbuat, Persib yang dirugikan," ungkap Umuh.
Dengan begitu, ia berharap pada laga nanti, khususnya saat Persib berlaga menjadi tuan rumah, bobotoh harus dapat seperti Aremania.
"Tolonglah kalau ada pemain luar bertamu, jangan berlebihan, dan merusak. Kalau cinta Persib jangan seperti itu. Dukung sewajarnya. Mereka (Aremania) saja bisa. Kita masa tidak bisa," pungkas Umuh.