Sudah tidak perlu diragukan lagi Fernando Torres adalah salah satu pencetak gol ulung dalam jagat sepakbola. Pemain berusia 30 tahun itu jadi raja gol bersama Atletico Madrid dan Liverpool.
El Nino, julukan Torres, bahkan mencetak gol penentu saat Spanyol mengalahkan Jerman 1-0 pada final Euro Austria-Swiss 2008.
Namun, sejak Torres hijrah dari Liverpool ke Chelsea pada musim dingin 2010, semuanya berbuah 180 derajat. Pada setengah musim pertama bersama The Blues, Torres hanya mencetak satu gol dalam 14 pertandingan Premier League.
“Sebelum saya tiba, Chelsea bermain dengan (Nicolas) Anelka dan (Didier) Drogba di lini depan. Saya datang untuk bermain bersama Anelka dalam sistem dengan tiga gelandang. Kami hanya bermain satu pertandingan dengan sistem itu,” keluh Torres kepada ESPN.
Pada awal kedatangan di Stamford Bridge, Torres datang bersama David Luiz, yang tiba dari Benfica. Meski dinilai sebagai pembelian penting, Carlo Ancelotti jarang memberi kesempatan bermain kepada dua pemain itu.
“Saya tak memahami apa yang terjadi. Saya bermain dari bangku cadangan dan berharap semua segera berubah. Tapi, saat (Andre) Villas-Boas dan (Roberto) Di Matteo datang, tak ada yang perubahan drastis,” ungkap Torres.
Bakat Torres makin tenggelam. Dia hanya mencatatkan 11 gol dari 41 pertandingan di berbagai kompetisi bersama tim London Biru. “Hari ini, saya adalah pemain yang berbeda,” tutup Torres setengah berteka-teki.