Persib berhasil memenangkan laga Liga Super Indonesia, setelah dalam dua laga sebelumnya, kontra Pelita Bandung Raya (PBR) dan Arema Cronus, hanya mampu bermain imbang.
Kemenangan itu diraih Maung Bandung kala menjamu Gresik United dengan skor cukup telak 4-1 dalam laga yang digelar di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis petang.
Pelatih Persib, Djadjang Nurdjaman menyatakan, kemenangan itu berhasil diwujudkan berkat kegemilangan anak asuhnya.
Gresik United sempat memberikan perlawanan berarti. "Secara permainan, Gresik berubah banget. Pertandingan kemarin (lawan PBR) garing tidak ada penonton. Pemain mungkin terbawa. Begitu banyak ditonton mereka berubah. Beruntung, kami bisa menang," ujar Djadjang saat ditemui INDOSPORT seusai pertandingan.
Satu hal yang perlu dievaluasi, menurut Djanur –sapaan Djadjang--, adalah masa transisi. Hal itu yang menyebabkan keunggulan yang didapat tercoreng dengan satu gol Gresik hasil kreasi Pedro Javier pada menit ke-35.
"Setelah satu gol permainan (Persib) mulai menurun. Lalu, terjadi gol kedua (permainan Persib) kembali meningkat. Tapi, di sektor kiri longgar dan akhirnya mereka bisa membuat gol. Cara defense, masa transisi diperbaiki. Kami perbaiki ritme di babak kedua, akhirnya dua gol tambahan bisa dihasilkan," papar Djanur.
Selain itu, dia kembali menyoroti penyelesaian akhir yang hingga saat ini masih belum bekerja maksimal. Padahal, evaluasi dalam penyelesaian akhir telah dilakukan Djanur dan skuad Persib selama sesi latihan rutin.
"Banyak peluang, tapi dengan empat gol cukup menunjukkan ada perubahan. Tapi, tetap tidak seimbang dengan jumlah peluang yang didapat," ucap Djanur.
Dia berharap kesalahan serupa tidak terulang dalam pertandingan selanjutnya. Apalagi, Djadjang berambisi membabat sisa laga kandang Persib dengan raihan poin penuh.
"Tinggal 3 pertandingan lagi di kandang, kami harus manfaatkan. Mudah-mudahan di (laga) tandang juga bisa dimanfaatkan," pungkas Djadjang Nurdjaman.