Kasus Suap Piala Dunia 2022

FIFA Siap Mengulang

Senin, 2 Juni 2014 01:21 WIB
Editor: Raditya Adi Nugraha
 Copyright:

Kasus korupsi yang melibatkan para petinggi FIFA telah menimbulkan polemik untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut.

The Sunday Times memberitakan bahwa tiap pejabat FIFA mendapat jatah 3 juta Pounds sebagai imbalan mendukung Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Kepada Sportsweek Boyce berkata jika penyelidikan yang diketuai oleh Michael Garcia menemukan bukti kecurangan, maka Boyce bersedia untuk merekomendasikan pengulangan pemungutan suara.

"Komite eksekutif FIFA mendukung Garcia 100%. Dia diperkenankan untuk bepergian ke seluruh dunia dan berbicara dengan siapapun demi menyelesaikan misinya," kata Boyce.

Tindakan ini melanjutkan kejadian terbuktinya Mohammed Bin Hammam yang melakukan pembayaran ke 30 rekening presiden asosiasi sepakbola Afrika.

Panitia Piala Dunia 2022 sendiri menyangkal pemberitaan yang mengatakan Qatar dan Bin Hammam telah melobi para petinggi sepakbola itu pada Desember 2010.

Kenyataannya, bukan kali ini saja Bin Hammam terkait kasus penyuapan.

Bin Hammam divonis untuk menjauhi sepakbola seumur hidupnya karena terbukti melakukan penyuapan saat bersaing untuk menjadi presiden FIFA dengan Sepp Blatter di tahun 2011.

Pada tahun berikutnya FIFA kembali melayangkan hukuman seumur hidup untuk Hammam karena menyalahgunakan jabatan pada saat ia menjabat presiden AFC.

Maret 2014, Daily Telegraph melaporkan perusahaan yang dimiliki Bin Hammam telah membayar mantan sekjen FIFA, Jack Werner sesaat setelah Qatar memastikan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.