Rivalitas Real Madrid dan Barcelona di Spanyol sudah mendarah daging. Persaingan dua tim raksasa La Liga itu tidak hanya antara tim dan suporter, namun juga para pemain kedua klub.
Celakanya, sejak dulu pemain-pemain andalan Madrid dan Barca selalu menjadi langganan tim nasional Spanyol. Alhasil, persaingan dan dendam El Clasico pun terbawa ke dalam skuad Spanyol.
Tim Matador kerap kesulitan menjadi juara meskipun dihuni pemain-pemain berkelas seperti Andoni Zubizarreta, Julio Salinas, Víctor Munoz, dan Raul Gonzalez.
Baru sejak ditangani Vicente del Bosque, rasa egois dari pemain Madrid dan Barca di timnas Spanyol mampu dibendung. Mereka untuk pertama kali menjadi juara dunia di Afrika Selatan 2010.
Del Bosque percaya perselisihan antara pemain Madrid dan Barca masih tetap ada hingga saat ini. Namun, saat ini untuk Piala Dunia Brasil 2014, Del Bosque berani menjamin perselisihan tersebut tidak akan merusak permainan dari Spanyol.
"Mereka orang yang baik. Namun, para pemain Barca tetap duduk bersama saat makan malam, begitu pula pemain Madrid yang mencari satu sama lain. Hal ini juga terjadi pada waktu saat saya bermain di timnas," kata Del Bosque kepada El Pais.
"Itu bukan masalah yang harus diperhatikan. Ada tatakrama dan rasa hormat. Anda bisa melihat wajah marah pada beberapa wajah mereka. Mereka semua pemain inti. Bayangkan jika mereka tidak datang dan tidak bermain," sambung pelatih 63 tahun itu.
Selain membawa Spanyol merebut mahkota Piala Dunia Afsel 2010, Del Bosque juga membawa La Furia Roja merebut Euro Polandia-Ukraina 2012.