Juara dua kali Liga Indonesia, Persik Kediri, bangkit menunjukkan taringnya saat menghancurkan Persijap Jepara 4-0, di Stadion Brawijaya, Rabu (04/06/14). Kemenangan ini adalah yang pertama dalam empat pertandingan terakhir Liga Super Indonesia.
Sebelumnya, Persik selalu menelan kekalahan dalam tiga pertandingan terakhir. Tim asuhan Ruslan Hartono itu menelan kekalahan 0-1 dari Persija, 0-3 dari Semen Padang, dan 0-2 dari Sriwijaya.
Akibat hasil buruk itu Persik pun terjerembab ke zona degradasi. Namun kemenangan atas Persijap menjadi pelepas dahaga bagi Persik. Kini untuk sementara mereka keluar dari zona degradasi dengan menempati posisi kesembilan dengan catatan 24 poin dari 15 poin.
Sedangkan kekalahan dari Persik membuat posisi Persijap semakin terpuruk di klasemen wilayah barat Liga Super Indonesia. Persijap berada di dasar klasemen dengan hanya perolehan empat poin dari 15 pertandingan.
Gol pertama kemenangan Persik diukir oleh Guy Bertrand Ngon A Mamoun pada menit ke-37. Penyerang 30 tahun asal Kamerun itu membuka skor keunggulan Persik melalui tendangan 12 pas atau penalti.
Namun pesta gol Persik baru berlanjut pada babak kedua. Laga babak kedua baru berjalan semenit, Stadion Brawijaya kembali bergemuruh ketika Qischil Gandrum Minny menambah keunggulan menjadi 2-0. Menerima umpan silang Khusnul Yuli, sundulan Minny tak bisa diamankan kiper Persijap, Dimas Pratama.
Pada menit ke-76 giliran pemain asing Persik lainnya yang mencetak gol. Pemain asal Nigeria, Udo Fortune, kembali menggetarkan gawang Persijap untuk mengubah kedudukan menjadi 3-0.
Unggul tiga gol tanpa balas tidak membuat Persik puas. Enam menit jelang laga bubar, Persik menambah keunggulan menjadi 4-0 berkat gol bunuh diri bek Persijap, Evaldo. Pemain asal Brasil itu awalnya berniat menghalau sepakan Syaiful Indra Cahya, namun bola justru meluncur ke dalam gawang Dimas.
Susunan pemain kedua tim:
Persik: Setiawan; Cahya, Sampurno, Yuli, Harianto (Berlian 46), Bezi, Saputra (Sijaya 79), Aditama, Minny (Irawan 65), Fortune, Mamoun
Persijap: Pratama (Haryanto 89); Suprayogi (Asruri 51), Manan, Asmara, Evaldo, Sadewo, Oktavianto (Buchori 39), Setiawan, Tarkpor, Rivai, Hidayat