Piala Dunia Brasil 2014

Three Lions dan Adu Penalti

Kamis, 5 Juni 2014 00:30 WIB
Penulis: Yusuf Abdillah | Editor:
 Copyright:

Adu penalti selalu menyisakan kegetiran bagi pihak yang gagal. Bagaimana jika kegagalan dalam adu penalti terus berulang? Boleh jadi kegagalan akan meninggalkan trauma, seperti yang dialami tim nasional Inggris.

Tiap kali harus menjalani adu penalti, semua orang di Inggris, termasuk pemain, langsung teringat memori masa lalu. Secara tak langsung, catatan buruk di masa lalu menjadi beban tersendiri bagi pemain yang bertugas sebagai algojo. 

Sepanjang sejarah, Inggris tiga kali tersisih dari Piala Dunia lewat adu penalti, 1990, 1998, dan 2006. Di ajang Euro atau Piala Eropa, Tim Tiga Singa juga tiga kali terdepak setelah keok adu penalti, 1996, 2004, dan 2012.

Adu penalti telah menjadi obsesi nasional di Inggris. Namun, kapten tim, Steven Gerrard meminta rekan-rekan setimnya jangan dibayangi obsesi yang sama, yang hanya akan menambah beban. 

"Sulit melukiskan seperti apa. Saya pernah gagal pada situasi itu. Ketika mengambil penalti di Piala Dunia, saya merasakan ada sesuatu terkait dengan atmosfer turnamen" kata Gerrard.

Gerrard sukses menjalankan tugasnya saat Inggris berduel dari titik putih melawan Italia pada Euro 2012. Tapi, Inggris tetap harus angkat koper karena kalah dari Italia. Pada enam tahun sebelumnya, Garrard harus menutup muka ketika gagal melaksanakan tugas saat Inggris disingkirkan Portugal lewat skema adu penalti pada Piala Dunia 2006 di Jerman.

"Saya belajar dari pengalaman itu. Beberapa tahun lalu, saya mencetak dua gol dari titik penalti saat diminta untuk menendang. Kami akan berlatih banyak tendangan penalti,” ujar Gerrard.

Gerrard menilai, latihan khusus menendang penalti juga tak menjamin kesuksean. Karena banyak faktor yang berbicara saat adu penalti. Namun latihan khusus tetap diperlukan. "Adu penalti sangat berbeda dengan dengan penalti pada laga liga. Adu penalti lebih banyak tekanan. Anda memiliki waktu panjang untuk memikirkan tendangan yanga akan diambil dan mengetahui betapa besar yang dipertaruhkan. Itu semua tekanan,” jelas sang kapten. “Namun, saya tidak terbebani karena itu mungkin tak pernah terjadi.”

Ya, meski merasa tak terbebani, Gerrard lebih memilih Inggris bisa menyelesaikan laga tanpa harus melakoni drama dari titik putih. "Sebagai pemain, semoga kami tampil cukup baik pada 90 menit atau 120 menit untuk menghindarkan adu penalti. Tapi kami akan siap untuk adu penalti jika itu terjadi," kata Gerrard.

Inggris dan Kegagalan Adu Penalti 

Piala Dunia 1990
Neraka adu penalti Inggris dimulai menyusul kegagalan mereka pada semifinal menghadapi Jerman. Stuart Pearce dan Chris Waddle gagal melaksanakan tugas sebagai eksekutor.

Euro 1996
Inggris sukses melewati adu penalti pada perempatfinal melawan Spanyol. Namun, mereka tersingkir di babak semifinal usai kembali kalah oleh Jerman setelah eksekusi Gareth Southgate gagal. 

Piala Dunia 1998
Paul Ince dan David Batty mendapat giliran merasakan pahitnya gagal menjadi algojo pada adu penalti. Inggris kalah oleh Argentina di babak 16 besar.

Euro 2004
Darius Vassel gagal mencetak gol dari titik penalti, Inggris tersingkir usai kalah dari Portugal pada babak delapan besar.

Piala Dunia 2006
Frank Lampard dan Steven Gerrard gagal memasukkan bola dan Inggris kalah di tangan Portugal pada perempatfinal. 

Euro 2012
Inggris tersingkir setelah kalah adu penalti dari Italia pada perempatfinal. Kegagalan dicatat duo Ashley,  Young dan Cole.