Paolo Di Canio pernah bermain untuk Sheffield Wednesday, West Ham United, dan Charlton Athletic dalam periode 1997 sampai 2004. Selain itu, pria yang kini berusia 45 tahun itu pernah menjadi manajer Swindon Town, dan Sunderland.
Catatan pengalaman tersebut, jelas membuat Di Canio hafal luar dalam sepakbola negeri Ratu Elizabeth II. Sekarang, menjelang Piala Dunia Brasil 2014 Di Canio membeberkan kelemahan timnas Inggris di tangan manajer Roy Hodgson.
"Inggris memiliki masalah, mereka sangat jarang bermain sebagai tim, mereka tidak menguasai ruang, dan mereka harus memiliki pemahaman yang lebih baik," kata Di Canio kepada La Gazzetta dello Sport.
Penilaian Di Canio terhadap timnas Inggris bukan asal bicara. Salah satunya, Di Canio merujuk hasil imbang 2-2 yang diraih Inggris melawan Ekuador.
"Dalam pertandingan melawan Ekuador, telah terlihat kekurangan mereka. Ada perkelahian dan (Raheem) Sterling diusir," ujar Di Canio.
"Inggris kehilangan suatu elemen, kemampuan pemain cadangan tidak bisa mengimbangi. Para pemain kelelahan. Saya sangat suka (Wayne) Rooney, tapi ia datang ke kompetisi ini dengan kelelahan karena telah memainkan banyak pertandingan pada musim ini."
"Mereka tidak memiliki liburan musim dingin dan itu sangat bagus untuk bermain saat Natal, tapi mereka kemudian harus membayar itu pada bulan Juni. Pada periode ini, kelelahan dapat menghancurkan."
"Inggris punya tim yang lebih fresh, pemain muda, tapi mereka akan kesulitan untuk ajang Piala Dunia. Mereka tidak mampu mengelola diri mereka sendiri, mereka selalu dituntut tampil maksimal dan harus memberikan 200 persen."
"Kemudian, secara historis, titik lemah Inggris adalah kebobolan gol konyol, luar biasa. Menurut saya, kesalahan tersebut bermula dari kiper mereka, mereka telah membuat beberapa kesalahan yang luar biasa," tutup Di Canio.