Arema Cronus U-21 harus menang bila ingin menjadi penguasa Grup 2. Bila sampai tergelincir, bukan tidak mungkin Persita U-21 yang ada di posisi tiga berpeluang menggusur Singo Kecil. "Yang jelas kita ingin happy ending," ungkap pelatih Arema U-21, Singgih Pitono.
Arema harus menang karena perolehan poin mereka masih mungkin dikejar Persita, bila mereka mampu menyapu bersih dua laga sisa. Arema mengoleksi 14 poin dari tujuh laga. Sementara, Persita mengantongi 12 angka tapi baru menjalani enam laga.
Singgih cukup percaya diri jelang laga kontra Persita. Menurutnya Arema punya modal positif di pertemuan pertama kedua tim pada 19 Mei 2014 lalu. Tim berjuluk Ongis Licek kala itu memaksa Persita U-21 tumbang dengan skor tipis 1-0. "Kondisi pemain sudah cukup siap," sambungnya.
Meski optimistis, Singgih berpesan supaya anak didiknya waspada sepanjang pertandingan. "Tangerang punya kolektivitas yang bagus, mereka kuat di lini tengah," kata mantan pemain Arema di era Galatama ini.
Singgih menambahkan, dia akan mengintruksikan timnya untuk mendikte permainan. "Jadi kita harus kuasa lini tengah. Kita akan fokus untuk menguasai lini tengah," pungkas dia.