ISL U-21 2014

Kalah Telak, Manajemen Arema Junior Murka

Senin, 9 Juni 2014 09:53 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Kapten Arema Junior, Iman Budi, mengaku cukup terkejut dengan kekalahan telak timnya dari Persita. "Menyakitkan kalah telak, mungkin Tuhan mengingatkan kami agar tidak meremehkan setiap lawan," ucap dia.

Iman menuturkan lagi, mental rekan-rekannya jatuh seusai bola jala Utam Rusdiana dibobol Aldi Al Achyadi pada menit ke-28. "Kami kalah telak karena kena gol yang menjatuhkan mental teman-teman. Waktu pemain yang cedera kami langsung kecolongan di sisi itu, jadi konsentrasi pecah semua," beber Iman.

Jala Ongis Licek --sebutan Arema Junior-- berturut-turut oleh kreasi para pemain Persita, Aldi Al Achyadi (menit ke-28), Nazarul Fahmi (43), Henry Rivaldi (80), Heryansyah (87), dan Heru Setyawan (91). Satu-satunya gol hiburan Arema diukir Rio 'Gaston' Andriawan (79).

Kekalahan telak 1-5 itu membuat manajemen Arema Junior murka. Minggu (08/07/14), Manajer Ongis Licek, Fuad Ardiyansyah, menegaskan tim besutan Singgih Pitono akan dievaluasi total.

"Harus evaluasi total," ujar Fuad geram. "Semua lini, pemain, pelatih, supporting tim."

Bahkan, Fuad tidak menutup adanya pencoretan pemain ataupun pelatih. "Jika (pencoretan) memang diperlukan. Semua bisa saja, pemain, pelatih, staf maupun manajer," tandas Fuad.

Ia menilai, grafik permainan Iman Budi dan kawan-kawan di pengujung babak penyisihan merosot. Dari empat laga terakhir, skuad Singgih Pitono dua kali kalah, sekali imbang, dan hanya sekali menang. Padahal, mereka memulai kiprah pada kompetisi junior dengan perkasa. 

"Grafik permainan cenderung menurun dan tergantung dari beberapa pemain. Walaupun lolos ke 12 besar tetap evaluasi total," sebut Fuad bernada kesal.

Arema U-21 memang tetap lolos ke babak 12 besar sebagai runner-up Grup 2 dengan koleski 14 poin. Juara grup digenggam Persita U-21 dengan koleksi 15 poin dan masih memiliki satu laga tersisa. Dalam laga terakhir, Persita akan menghadapi Persiba Bantul.