Timnas Asah Bola Mati

Minggu, 15 Juni 2014 19:29 WIB
Editor: Yusuf Abdillah
© Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Tim Nasional Indonesia. Copyright: © Ratno Prasetyo/INDOSPORT
Tim Nasional Indonesia.

Palestina, yang merupakan juara Asian Challenge Cup 2014, bakal menjadi lawan serius. Uji coba nanti akan dimanfaatkan Timnas untuk menguji set piece dan organisasi permainan Firman Utina dkk.
Meski masih dalam konflik tiada henti dengan Israel, prestasi Palestina yang bisa meraih juara Asian Challenge Cup dengan status tak terkalahkan, jadi jaminan bahwa kekuatan mereka tak bisa dianggap enteng. 

Dari lima laga di Asian Challenge Cup 2014 hingga final, Palestina tidak pernah kebobolan sekali pun. Pada laga final, mereka menyingkirkan Filipina dengan skor tipis 1-0.

"Kami terus menyiapkan tim melawan Palestina nanti. Mereka tim tangguh yang baru saja menjuarai Asian Challenge Cup dengan rekor tidak terkalahkan dan belum pernah kebobolan,” ujar Wolfgang Pikal, asisten pelatih Timnas Indonesia. 

“Selain itu, dari segi peringkat FIFA, Palestina bertengger di tangga ke-94," terang Pikal usai sesi memimpin latihan sore di Gelora Delta Sidoarjo, Minggu (15/06/14).

Pada sesi latihan yang tidak dihadiri pelatih Alfred Riedl tersebut, Pikal menitikberatkan pada situasi set piece dan organisasi permainan. Asisten pelatih asal Austria itu beberapa kali mengarahkan Ahmad Bustomi dkk untuk mengambil situasi tendangan penjuru maupun tendangan bebas dari berbagai sisi. 

"Kali ini, kami fokuskan sesi latihan pada set play dengan berbagai situasi dan dari setiap sisi. Selain itu, penguatan organisasi permainan juga menjadi fokus kami. Sebab, anak-anak lama tidak berkumpul bersama," kata Pikal.