Pengadil berusia 37 tahun itu bernama Cuynet Cakir. Beberapa pemain Brasil seperti Marcelo dan Thiago Silva mempertanyakan keputusan sang pengadil asal Turki itu yang tak memberikan hadiah penalti.
Kehadiran Cakir di laga Brasil kontra Meksiko menjadi hal yang menarik. Pasalnya Cakir dikenal sebagai wasit yang keras dan tak jarang keputusannya berujung kontroversi. Empat kartu kuning keluar dari kantung Cakir di laga Brasil melawan Meksiko.Berikut lima momen kontroversi Cuynet Cakir.
1. Keluarkan empat kartu kuning/laga. Menurut situs Turkish-Football.com, Cakir setidaknya mengeluarkan empat kartu kuning/laga, persentasi 0,21% untuk kartu merah/laga dan presentasi ia menghadiahi penalti sebuah tim mencapai 0,27%. Bagaimanapun, menurut situs ini Cakir dinilai sudah sedikit melunak mengingat di tahun-tahun awal karirnya ia selalu mengeluarkan 5 kartu kuning di setiap laga yang ia pimpin.
2. Mendapat ancaman pembunuhan. Cakir mulai dikenal luas sebagai wasit kontroversial saat memberi Nani kartu merah kala Manchester United bertemu Real Madrid di babak 16 besar Liga Champions di tahun 2013. Atas keputusannya itu Cakir mendapat ancaman pembunuhan dari fans Manchester United via Twitter.
3. Wasit pertama asal Turki yang memimpin laga Piala Dunia. Selama 40 tahun Piala Dunia tak pernah diwakili pengadil asal Turki. Cakir sendiri bekerja di bidang bisnis asuransi saat tak menjadi pengadil di lapangan. Dia mulai terjun di dunia wasit di tahun 2001, dan memulai karir sebagai wasit internasional di tahun 2006.
4. Masuk sebagai lima wasit terbaik di dunia. Federasi Internasional Sejarah Sepakbola dan Statistik atau IFFHS menempatkan Cakir dalam daftar wasit terbaik tahun 2013. Cakir berada di posisi 5 di daftar tersebut, di belakang wasit asal Jerman Felix Brych.
5. Wasit yang dihormati di Liga Turki. Pengaturan skor menjadi hal tak terhindarkan di seluruh liga dunia, tak terkecuali di Liga Turki. Cakir yang dikenal teguh dan tak kenal kompromi sering didaulat menjadi partai derbi antara klub-klub besar Turki seperti Besiktas, Fenerbache dan Galatasaray yang rawan dengan skandal pengaturan skor.