Piala Dunia Brasil 2014

Atas Nama Keluarga

Sabtu, 21 Juni 2014 14:39 WIB
Penulis: Yusuf Abdillah | Editor:
© GRAFIS : M Yogi Arham/INDOSPORT-GETTY IMAGES
Jerome (Jerman) dan Kevin-Prince Boateng (Ghana). Copyright: © GRAFIS : M Yogi Arham/INDOSPORT-GETTY IMAGES
Jerome (Jerman) dan Kevin-Prince Boateng (Ghana).

Saat kecil, kakak atau adik biasanya menjadi rival pertama, khususnya dalam olahraga. Persaingan kakak beradik acap mewarnai kehidupan dalam keluarga, terlebih jika keduanya sama-sama tangguh dan tak kenal kata kalah.

Namun akan terlihat unik jika rivalitas kakak beradik berlanjut terus, dari sekolah, klub, bahkan level  internasional. Kejadian ini terbilang langka. Dan, inilah yang akan terjadi pada laga Jerman melawan Ghana, Minggu (22/06/14) dini hari nanti.

Dalam laga ini, dua Boateng akan bertarung, Kevin-Prince melawan Jerome. Kevin-Prince akan membela Ghana, negara asal ayahnya, sedangkan Jerome berkostum Jerman, negara sang bunda. Jerome yang tangguh dalam bertahan akan menghadang serangan Kevin-Prince. 

Jerome dan Kevin-Prince adalah saudara satu ayah berbeda ibu. Mereka besar di Berlin, namun pada akhirnya keduanya menentukan pilihan berbeda. Di luar lapangan, tentu saja keduanya masih berhubungan erat.

Selain Boateng bersaudara, Piala Dunia 2014 juga menampilkan kakak beradik lain. Di kubu Honduras ada Wilson dan Jerry Palacios. Palacios bersaudara memiliki kisah menarik dalam kehidupan mereka.  Keluarga Palacios sejatinya memiliki empat kakak beradik. Sejatinya keempatnya bisa saja ada dalam satu lapangan pada Piala  Dunia. 

Namun, saudara ketiga, Johnny gagal masuk dalam skuad Piala Dunia. Sedangkan saudara keempat, Edwin Rene dipastikan tak ikut karena sudah meninggal dunia. Edwin Rene menghilang pada 2007, belakangan diketahui dia menjadi korban penculikan. Pada 2009, Edwin ditemukan terbunuh.


Sebelum berangkat ke Brasil, Wilson sempat mengatakan akan berjuang keras mencetak gol demi mendiang saudaranya. “Siapapun dari kami berdua (Wilson dan Jerry) mencetak gol itu akan menjadi momen yang sangat spesial. Kami akan dedikasikan kepada keluarga, terutama untuk Edwin Rene, dia selalu hidup dalam hati kami.”

Kisah memilukan juga memayungi Yaya Toure dan Kolo Toure. Kedua pilar Pantai Gading ini baru saja mendapat kabar duka saat mengetahui adik kandung mereka, Ibrahim wafat. Ibrahim juga pesepakbola. Terakhir Ibrahim menjadi penyerang di klub Lebanon, Al Safa FC.

Cerita menarik juga datang dari Ayew bersaudara di kubu Ghana, Jordan dan Andre. Mereka adalah anak dari legenda Ghana Abedi “Pele” Ayew. Pada Piala Dunia 2010, Jordan tak masuk dalam skuad, keluarga Ayew diwakili Andre dan Ibrahim. Empat tahun kemudian Ibrahim yang terpilih dan giliran Jordan yang masuk tim.

“Saya ikut gembira. Saya percaya Andre dan Jordan akan tampil bagus di Brasil. Ghana harus memanfaatkan mereka karena keduanya adalah pemain bertalenta,”ujar Ibrahim tentang kedua adiknya. 

Sebenarnya, masih ada kakak beradik lain di Piala Dunia 2014 ini, yaitu Berezutski bersaudara. Namun, saat Fabio Capello mengumumkan 23 pemain ke Brasil 2014, Aleksei Berezutski harus mengurungkan mimpinya, karena sang pelatih hanya memanggil Vasili Berezutski.

Sepanjang sejarah Piala Dunia, kehadiran kakak beradik dalam satu turnamen sudah sering terjadi. Bahkan pada Piala Dunia pertama, ada empat kaka beradik yang hadir. Juan Evaristo dan Mario Evaristo (Argentina), Lucien Laurent dan Jean Laurent (Prancis), Rafael Garza Gutierrez dan Francisco Garza Gutierrez (Meksiko), serta Manuel Rosas dan Felipe Rosas (Meksiko).

Masih banyak nama lain Brian dan Michael Laudrup, Ronald dan Erwin Koeman,  Frank dan Ronald de Boer, atau Bobby dan Jack Charlton.