Inggris menempati posisi terbawah Grup D Piala Dunia 2014 usai menelan dua kekalahan beruntun dari Italia dan Uruguay. Inggris tinggal menunggu keajaiban lolos ke putaran kedua Piala Dunia 2014.
Meski gagal menghindarkan Inggris dari dua kekalahan, FA masih memberi kesempatan kepada Hodgson. Tak tanggung-tanggung, FA menambah rentang kepercayaan kepada Hodgson untuk memimpin Inggris hingga Piala Eropa 2016.
“Semua orang merasa kecewa, tapi kami mendukung Roy Hodgson. Dia datang untuk melakukan target empat tahunan dan kami ingin dia bertahan dan berlanjut,” kata Chairman FA Greg Dyke.
“Kami pikir ada hal positif, meski kalah tipis dari tim yang berada di rangking 8 besar FIFA. Kami tidak melihat ada hal bagus jika kami mengganti Roy. Roy sudah melakukan pekerjaan dengan baik.”
FA menilai keunggulan dan nilai lebih Hodgson adalah kemunculan beberapa pemain muda Inggris yang sedang melejit, seperti Raheem Sterling, Daniel Sturridge Ross Barkley, Luke Shaw dan Alex Oxlade-Chamberlain.
Keberanian Hodgson memberi kesempatan kepada Raheem Sterling dan kawan-kawan tampil di Piala Dunia 2014 dianggap sebagi modal berharga Inggris menatap pertarungan selanjutnya, yang terdekat adalah Piala Eropa 2016.
Sebelum pernyataan dari FA, Roy Hodgson sudah mengeluarkan pernyataan soal masa depannya. Bekas pelatih Liverpool, Fulham, Inter Milan dan Blackburn Rovers ini mengatakan tidak akan mengundurkan diri.
“Saya tidak punya niat untuk mengundurkan diri. Saya sangat puas dengan performa pemain sejauh ini. Tentu saya merasa kecewa, tapi tampaknya saya tidak perlu mengundurkan diri. Bila FA berpikir saya bukan orang yang tepat, biarkan mereka yang mengambil keputusan,” tegas pelatih berusia 66 tahun ini.