Agenda yang digelar "Rumah Bola Kemenpora" itu dimulai pukul 21.00 WIB dengan serangkaian acara talkshow bertema "Peluang Indonesia Menuju Piala Dunia" dan diakhiri dengan nonton bareng pertandingan Italia versus Kosta Rika pada pukul 23.00 WIB.
Sebelum pertandingan antara Italia melawan Kosta Rika digelar, pecinta sepakbola yang hadir di acara tersebut terlebih dahulu disuguhi pertandingan antara Timnas U-19 melawan Sriwijaya U-21 melalui tiga layar lebar yang dibentangkan di halaman Dispora Sumut.
"Rumah Bola" merupakan kegiatan nonton bareng yang diadakan Kemenpora selama acara Piala Dunia 2014 berlangsung tepatnya dari Kamis (12/06/14) ini hingga 13 Juli mendatang. Kota Medan menjadi kota kedua sebelum menuju Surabaya, Makassar dan Jayapura.
Nama Rumah Bola diambil karena Menpora Roy Suryo berkeinginan agar siapapun yang menyaksikan nonton bareng tersebut mampu menikmati acara layaknya berada di rumah sendiri.
"Kami ingin agar masyarakat mampu menikmati acara sepakbola dunia bersama-sama. Harapannya agar masyarakat nanti mampu membudayakan olahraga demi kemajuan bersama," kata Roy Suryo.
Tujuan kegiatan kegiatan ini tersebut selain untuk memeriahkan suasana penyelenggaraan Piala Dunia 2014, juga untuk mendorong masyarakat makin mencintai persepakbolaan Indonesia.
Pada akhirnya diharapkan akan berdampak positif bagi peningkatan kualitas setiap Tim Nasional yang berlaga di sejumlah event internasional.
"Kita punya mimpi bisa ikut Piala Dunia dan itu tidak mustahil bisa kita wujudkan dan Insya Allah tahun 2020 ini bisa tercapai," kata Roy.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Baharuddin Siagian dalam kesempatan itu mengatakan tujuan untuk memotivasi pecinta sepakbola di Sumatera Utara agar semakin semangat untuk mencintai sepakbola. Juga untuk meningkatkan kerjasama dalam rangka pembinaan olahraga khususnya sepakbola di Sumatera Utara.
"Kegiatan ini juga sebagai Media informasi untuk menggali potensi olahraga yang ada di Sumut," kata Baharuddin.
Ketua Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI) Sumatera Utara, Gus Irawan mengatakan pihaknya berharap acara tersebut menjadi langkah awal kebangkitan sepakbola Indonesia khususnya Sumatera Utara.
"Karena dulu Sumut adalah gudangnya atlet khususnya pesepakbola, dan kedepan Insya Allah ini bisa kembali diwujudkan," ujar Gus Irawan.