Pelatih Honduras, Luis Fernando Suarez mengatakan gol bersejarah timnya menjadi berkurang nilainya setelah kebobolan dua gol dan tersisih dari Piala Dunia 2014.
"Gol pertama setelah 32 tahun? Tidak ada artinya membicarakan hal itu," kata Suarez usai timnya dikalahkan Ekuador 1-2.
"Gol yang sudah bertahun-tahun ditunggu, tidak ada artinya karena kami kalah," ujar pelatih asal Kolombia yang pada Piala Dunia 2006 mengantar Ekuador ke babak 16 besar.
Carlo Costly yang mencetak gol di menit ke-31. Sebuah gol pertama Honduras di Piala Dunia dalam 32 tahun terakhir.
Namun striker Ekuador Enner Valencia mencetak dua gol balasan, sekaligus membuyarkan mimpi Honduras untuk lebih lama bermain di Brasil.
Meski sudah pasti tersisih, kata Suarez, timnya akan tampil semaksimal mungkin dalam pertandingan berikutnya melawan Swiss.
"Kami akan berusaha, seperti yang selalu kami lakukan. Sepanjang ada kesempatan menang di Piala Dunia ini, kami tidak akan menyerah," ujar dia.
Ekuador pada Piala Dunia 2014 ini juga ditangani pelatih asal Kolombia Reinaldo Rueda, yang empat tahun lalu adalah pelatih Honduras.
Dengan demikian pertandingan tersebut ibarat reuni baginya dengan mantan pemainnya.
"Bagi saya ada perasaan yang bercampur. Profesional dan personal," kata Rueda.
Rueda mengatakan jalannya pertandingan sesuai dengan prediksinya, dan timnya dapat mengendalikan permainan.
Ekuador akan mencoba mengamankan peluang melalui pertandingan grup E berikutnya melawan Prancis, yang sudah pasti lolos setelah menaklukkan Swiss 5-2.
"Pertandingan melawan Prancis akan sangat berat. Kami harus fokus dan harus meraih hasil positif," tutup Rueda.