Usaha pantang menyerah Argentina terbayar ketika Lionel Messi mencetak gol pada satu menit waktu tambahan pada babak kedua. Wajah tegang dari pemain, pelatih, dan staf Argentina berubah menjadi berseri-seri saat gol Messi itu membawa Argentina menang 1-0 atas Iran.
Hingga menit ke-90, kedudukan pertandingan Argentina dan Iran masih imbang 0-0. Namun, ketika Ezequiel Lavezzi menyodorkan bola kepada Messi keajaiban terjadi. Messi menggiring bola dan mengecoh Reza Ghoochannejhad, sebelum tendangan keras kaki kirinya ke pojok kiri atas gawang tidak mampu ditangkap kiper Iran, Alireza Haghighi.
Kemenangan atas Iran juga sekaligus membawa Argentina lolos ke babak 16 besar Piala Dunia Brasil 2014. Secara matematis, catatan poin enam Argentina dari dua pertandingan, tidak mungkin membuat posisi mereka terlempar dari dua besar Grup F.
Menjamu tim sekelas Iran, pelatih Argentina, Alejandro Sabella, menurunkan tiga penyerang guna mendulang banyak gol ke gawang Iran. Sabella memainkan Messi, Gonzalo Higuain, dan Sergio Aguero.
Namun, Messi dan kawan-kawan ternyata mendapat perlawanan sengit dari skuad besutan Carlos Queiroz. Tim Singa Persia kembali menerapkan strategi parkir bus seperti yang dilakukan saat menahan imbang Nigeria 0-0 pada laga pertama Grup F.
Sepanjang 90 menit pertandingan, Argentina mendominasi pertandingan dengan 77 persen penguasaan bola. Selain itu mereka juga mencatat 21 tembakan, namun hanya empat yang mengarah ke gawang. Artinya Argentina kesulitan mencetak gol ke gawang Iran.
Berikutnya Argentina akan melawan Nigeria, di Stadion Beira-Rio, Porto Alegre, Rabu (25/06/14). Jika ingin menjadi juara grup, Argentina hanya butuh hasil imbang.
Sedangkan Iran, yang telah mengumpulkan satu poin, akan melawan Bosnia-Herzegovina dalam pertandingan terakhir di Arena Fonte Nova, Salvador.
Data Pertandingan
Argentina 1-0 Iran
Stadion Mineirao, Belo Horizonte
Pencetak gol: Lionel Messi (90+1)
Kartu kuning: Javad Nekounam (53), Masoud Shojaei (72)
Wasit: Milorad Mazic (Serbia)
Susunan Pemain
Argentina: 1-Sergio Romero; 4-Pablo Zabaleta, 2-Ezequiel Garay, 17-Federico Fernandez, 16-Marcos Rojo; 5-Fernando Gago, 14-Javier Mascherano, 7-Angel di Maria (6-Lucas Biglia 90+4); 10-Lionel Messi, 9-Gonzalo Higuain (18-Rodrigo Palacio 77), 20-Sergio Aguero (22-Ezequiel Lavezzi 77)
Pelatih: Alejandro Sabella
Iran: 12-Alireza Haghighi; 15-Pejman Montazeri, 4-Jalal Hosseini, 5-Amir Sadeghi, 23-Mehrdad Pooladi; 6-Javad Nekounam, 14-Andranik Teymourian; 21-Ashkan Dejagah (9-Alireza Jahanbakhsh 85), 3-Ehsan Hajsafi (8-Reza Haghighi 88), 7-Masoud Shojaei (2-Khosro Heydari 77); 16-Reza Ghoochannejhad
Pelatih: Carlos Queiroz