Piala Dunia Brasil 2014

FIFA Bantu Cairkan Bonus Pemain Ghana

Sabtu, 28 Juni 2014 14:05 WIB
Editor: Daniel Sasongko
 Copyright:

Setelah para pemain Ghana sempat memboikot sesi latihan sebagai bagian dari protes karena belum menerima jatah bonus mereka, Pemerintah Ghana mengirimkan uang tunai tiga juta dolar AS atau sekitar Rp36,1 miliar (kurs Rp12.035) langsung ke Brasil.

Sekjen FIFA, Jerome Valcke, menyatakan situasi itu sebagai sesuatu yang menyedihkan. "Para pemain berhak menerima bagian uang mereka dan akan lebih mudah jika dilakukan melalui transfer bank," tutur dia.

"Fakta bahwa uang yang didatangkan dalam bentuk tunai adalah menyedihkan, karena saya siap menandatangani surat, selama saya memegang kopi surat perjanjian antara asosiasi nasional dan para pemain. Uang itu akan dibayarkan FIFA melalui transfer bank ke akun personal masing-masing pemain," sambung Valcke.

"FIFA akan memastikan pengurangan uang untuk bnus pemain itu dari hadiah uang yang diberikan untuk asosiasi sepakbola (Ghana)," tandas Sekjen FIFA kemudian.

Ketika Ghana sudah memastikan angkat koper dari Brasil karena sudah tereliminasi dari penyisihan grup, pertikaian bonus juga menimpa Nigeria yang masih berkiprah di 16 besar PD 2014.

Tim Elang Super akan berjumpa dengan Prancis di babak perdelapanfinal pada Senin (30/06/14) waktu setempat. Kamis (26/06/14), para pemain Nigeria menolak menjalani sesi latihan, menurut BBC, karena kekhawatiran belum menerima pembayaran bonus dari Federasi Sepakbola Nigeria (NFF).

Presiden Nigeria, Goodluck Jonathan, telah berbicara dengan para pemain senior pada Jumat (27/06/14), untuk meyakinkan jatah bonus pemain itu pasti dibayarkan.

Isu serupa juga menimpa Kamerun. Para pemain The Indomitable Lions menolak naik ke pesawat menuju Amerika Latin, karena belum terselesaikannya soal uang penampilan mereka. Timnas Kamerun tiba di Brasil sehari lebih lambat dari yang direncanakan.

Isu pertikaian bonus bukan pertama kali terjadi di Brasil. Togo sempat melakukan mogok tampil Piala Dunia Jerman 2006 dan FIFA terpaksa turun tangan merampungkan.

"Piala Dunia ke depan akan meminta setiap asosiasi sepakbola nasional untuk menunjukkan kepada kami perjanjian mereka dengan para pemain, untuk memastikan hal seperti ini tak terjadi lagi," tegas Valcke.