Pada pukul 01.00 siang waktu setempat, para pemain Belanda dan Meksiko memasuki lapangan Stadion Castelao dengan mata menyipit karena silaunya sinar matahari. Bahkan, para penonton yang lama menunggu sudah mandi keringat dan mencari berteduh karena teriknya matahari.
Wasit asal Portugal, Pedro Proenca, memutuskan memberlakukan cooling break tiga menit pada ke-30 babak pertama dan menit ke-75 babak kedua. Sementara penonton hanya bisa menepi ke area bayangan atap stadion.
Waktu cooling break juga dimanfaatkan Pelatih Louis van Gaal dan Miguel Herrera memberikan instruksi tambahan kepada para pemain. Laga tersebut akhirnya dimenangkan Belanda secara dramatis dengan skor 2-1.
kalau di Brasil butuh cooling break, bagaimana dengan pertandingan siang hari di Piala Dunia Qatar 2022? Suhu pada siang hari di Qatar diprediksi bisa mencapai 50 derajat Celcius.
Uniknya, Pelatih Meksiko, Herrera, tetap mengenakan jas meski suhu di Stadion Castelao sangat panas. Bahkan, ketika Meksiko kebobolan dua gol dalam lima menit menjelang laga bubar, Herrera tetap nyaman dengan balutan jas hitamnya.