Usai merebut satu tiket babak delapan besar, Arema mengincar pencapaian terbaik sebagai juara grup barat. Target tersebut tidak terlalu berat bila melihat sisa pertandingan.
Dengan komposisi pemain yang sempurna, Arema seolah tak bisa terhentikan. Namun, staf pelatih tak ingin penggawa Arema dilanda euforia dan sampai meremehkan lawan.
Pelatih Joko Susilo menegaskan skuad Singo Edan Arema tetap fokus. Konsentrasi tidak hanya di lima pertandingan sisa, Arema sudah mulai menatap pertandingan di perempatfinal atau delapan besar.
Untuk mewujudkan target tersebut, tim pelatih terus meningkatkan intensitas latihan saat masa rehat kompetisi yang bertepatan dengan bulan Ramadan dan pemilihan presiden.
“Kita sudah fokus ke delapan besar. Kita memang mulai sedikit meningkat dari kemarin, saya akan tingkatkan terus," kata Joko Susilo.
Tak hanya meningkatkan intensitas latihan selama jeda, Arema juga akan melakoni empat laga persahabatan. Laga uji coba tersebut dimanfaatkan staf pelatih untuk mengukur kemajuan dari Gustavo Lopez dan kawan-kawan.
“Ada empat laga uji coba, tinggal koordinasi dengan pengurus. Ada lawan timnas U-23, Borneo, Persema, yang lain masih kita susun. Kita mau tingkatkan dari yang kemarin," jelas Joko.
Penetapa target jauh-jauh hari sebagai antisipasi melihat kekuatan lawan. Joko Susilo menegaskan semua lawan di babak 8 besar tidak ringan. Semua tim yang lolos adalah tim terbaik yang menjadi wakil dari masing-masing grup.
"Kalau kemarin (babak penyisihan grup) istilahnya kita naik bis lawannya naik mobil semua. Tapi di 8 besar, lawan kita sudah naik bis semua,” tandas Joko.