Pada awal musim, Bajul Ijo diperkirakan menghabiskan Rp25 miliar untuk memboyong pemain-pemain bintang. Kendati masih bertahan pada posisi tiga besar Wilayah Timur ISL, dana yang dikeluarkan dinilai tak sepadan. Pasalnya, Persebaya masih keteteran membongkar dominasi Persipura Jayapura dan Mitra Kukar.
Sadar akan tingginya pengeluaran pada ISL musim ini, Presiden Persebaya, Diar Kusuma Putra, berencana melakukan rasionalisasi atau revisi kontrak pemain.
Namun Diar mengurungkan niat itu sebab hal itu akan sulit dilakukan dikarenakan ISL telah memasuki pengujung kompetisi.
Diar menyebutkan, rencana penghematan baru akan dilakukan Persebaya pada musim depan.
"Kalau sekarang tidak mungkin pemain mau. Kemungkinannya baru diberlakukan pada musim depan. Apalagi, saat ini manajemen dalam masa transisi dengan pemegang saham," kata Diar, Kamis (17/07/14) petang, kepada media di antaranya INDOSPORT.
Masih dari Diar Kusuma Putra, manajemen segera menyelesaikan masa transisi dengan pemegang saham. Pria yang juga Wakil Ketua Kadin Jatim itu menegaskan, agar para pemain Bajul Ijo sabar dan percaya manajemen akan menyelesaikan kewajiban.
"Saya berharap ada saling pengertian, sehingga semua bisa berjalan," tandas Diar.
Kondisi tak ideal itu membuat sejumlah pemain kerap datang terlambat saat sesi latihan Persebaya. Tindakan tegas dengan memberi sanksi tak dapat dilakukan manajer sekaligus Pelatih Persebaya, Rahmad Darmawan.
"Sanksi tersebut bisa berlaku jika hak dari para pemain tersebut sudah terpenuhi, sehingga saya bisa memberlakukan hukuman tersebut," ungkap RD --sapaan Rahmad Darmawan-- ketika dikonfirmasi secara terpisah.