Sebuah laporan sensasional terungkap ketika Corriere della Sera menyatakan bahwa Carlos Tevez menjadi alasan Juventus untuk tidak memilih Roberto Mancini sebagai pelatih baru, dan malah mengangkat Massimiliano Allegri, yang dipecat AC Milan pada Januari 2014.
Ketika Antonio Conte memutuskan mundur, Juventus kebakaran jenggot dan bergegas untuk mencari penggantinya. Saat itu La Vechia Signora mengantongi nama Mancini dan Allegri sebagai kandidat kuat sebagai pelatih baru di Juventus Stadium.
Namun tersebar kabar bahwa Tevez enggan kembali dilatih Mancini. Penyerang asal Argentina itu punya hubungan buruk dengan Mancini ketika masih bekerja di Manchester City. Walhasil manajemen Juventus memilih Allegri sebagai pelatih untuk dua tahun ke depan.
Tevez menjadi top scorer Juventus di Serie A Italia musim lalu, dengan torehan 19 gol dari 31 pertandingan. Prestasi tersebut membuat penyerang 30 tahun itu pun sebagai idola baru Juventini.
Melihat kondisi tersebut Juventus enggan kehilangan Tevez dan memutuskan tidak memilih Mancini. Juara bertahan Serie A tersebut tidak ingin permusuhan Tevez dan Mancini merusak ketenangan di ruang ganti tim.
Tevez dilaporkan telah berkata, "Saya akan mengepak tas saya dan pergi" jika seandainya Mancini menjadi pelatih di Juventus. Dan Allegri pun terpilih sebagai pelatih baru Juventus.