Kewaspadaan untuk mengatasi pencurian umur akan dilakukan dengan memperketat sistem pendataan dan pendaftaraan pemain yang akan bermain di Piala Suratin 2014.
Sekjen PSSI Joko Driyono di Jakarta, Jumat (25/07/14), mengatakan Piala Suratin yang vakum selama empat tahun terakhir harus dilaksanakan sebaik mungkin. Apalagi kejuaraan ini mampu mendapatkan pemain muda potensial sesuai usia.
"Pencurian umur memang sering terjadi. Makanya kita akan fokus dalam mengatasinya. Kami ingin pemain yang turun benar-benar sesuai dengan aturan yang ada," kata Joko Driyono.
Piala Suratin merupakan kejuaraan kelompok umur U-17 selama ini mampu menelurkan pemain potensial yang akhirnya mampu memperkuat tim nasional. Salah satu pemain yang masih aktif di klub maupun timnas adalah Firman Utina.
Meski dibatasi dengan umur, pemain yang terdaftar pada tahun ini akan diberikan kesempatan untuk turun pada Piala Suratin 2015. Pertimbangannya untuk memantau perkembangan pemain yang dinilai potensial pada Piala Suratin 2014.
"Kami ingin terus memantau mereka (pemain potensial) termasuk bagaimana perkembangannya selama di klub," jelas Joko Driyono.
Piala Suratin merupakan satu dari tiga agenda besar yang dilakukan oleh PSSI pada tahun ini. Selain itu masih ada kejurnas sepakbola wanita dan Piala Nusantara. Piala Suratin diperkirakan selesai antara Desember atau Januari 2015.
Sesuai rencana, Piala Suratin dan kejurnas sepakbola wanita dimulai Agustus 2014. Khusus Piala Suratin, pelaksanaan awalnya dilakukan oleh asosiasi provinsi (Asprov). Setelah masuk babak regional dan nasional baru diambil alih oleh PSSI.
Untuk memeriahkan Piala Suratin 2014, PSSI menyiapkan tur trofi Piala Suratin ke kota-kota yang pernah menjadi juara hingga menunjuk duta dari seorang pemain yang saat ini masih aktif memperkuat Timnas Indonesia.