Dunga Tak Jamin Posisi Neymar

Selasa, 29 Juli 2014 11:52 WIB
Editor: Jhon Purba
 Copyright:

Dunga yang terpilih menggantikan Luiz Felipe Scolari di jajaran pelatih Brasil menegaskan akan menegakkan kedisiplinan dan ketegasan kepada setiap pemain.

Pernyataan Dunga ini bisa jadi merujuk pada sikap dari beberapa pemain Brasil yang terkesan lebih mementingkan penampilan fisik daripada permainan di lapangan. Salah satunya Neymar.

“Neymar adalah panutan dunia. Dia tidak akan bermain berdasarkan siapa dia, dia akan bermain tergantung pada tim,” kata Dunga.

Dunga mengkritik sikap pemain Brasil memasuki lapangan dengan membawa kaos bertema Neymar saat melawan Jerman di semifinal Piala Dunia 2014 yang berakhir kekalahan 1-7 Brasil. Neymar tidak bisa bermain akibat cedera saat bersua Kolombia.

“Pesan itu seolah berkata kami kehilangan pejuang. Tapi jika kami pergi berperang, kami tak bisa terus menangis. Kami tak bisa mengganggu pejuang yang mengambil tempat mereka,” ujar Dunga.

Dunga menyatakan pemain yang terpilih harus melupakan kegagalan di Piala Dunia 2014 dan selanjutnya mati-matian untuk Brasil.

“Saya tidak akan mengizinkan pemain mewarnai rambut saat bersama Brasil. Entah sebelum atau sesudahnya, tetapi yang mereka pikirkan seharusnya hanya bola. Kita harus membicarakan apa yang terjadi di lapangan,” tegas Dunga.

Tak hanya sikap, Dunga mengkritik kejantanan pemain Brasil. Dunga mencontohkan momen saat David Luiz menangis usai keberhasilan Brasil ke perempatfinal berkat kemenangan adu penalti atas Chile. Luiz yang juga menjadi kapten terlihat menangis usai kekalahan dari Jerman.

“Adegan air mata adalah hal yang salah dalam sepakbola. Mungkin ini hal yang diskriminasi jender, tetapi laki-laki tak boleh menangis. Kita harus belajar,” jelas Dunga yang meraih trofi Piala Dunia 1994 saat menjadi pemain.

Kursi pelatih di Brasil ini adalah yang kedua bagi Dunga setelah periode 2006 dan 2010. Prestasi yang dipersembahkannya adalah trofi Copa America 2007 dan Piala Konfederasi 2009.